- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklarifikasi bahwa wacana penjualan hak penamaan halte kepada partai politik hanyalah sebuah lelucon.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa komersialisasi nama fasilitas publik hanya menyasar sektor korporasi untuk menambah pendapatan daerah.
- Strategi bisnis melalui kolaborasi dengan pihak swasta tersebut terbukti berhasil mendatangkan keuntungan finansial bagi kas Pemerintah DKI Jakarta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluruskan polemik hak penamaan atau naming rights halte di ibu kota, ihwal kontroversi ihwal wacana penjualan nama fasilitas publik kepada partai politik.
Pramono menyebut wacana yang belakangan membuatnya mendapat sorotan tajam dari publik hanya bagian dari lelucon kepada elite partai.
"Kemarin sebenarnya saya sambil bercanda, saya perbolehkan partai politik," ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Eks Sekretaris Kabinet itu juga menepis anggapan serius terkait keikutsertaan entitas politik ke dalam lahan bisnis aset transportasi Jakarta.
Ia menegaskan bahwa pihak yang menjadi sasar utama untuk membeli hak penamaan sarana prasarana tetap tertuju pada sektor korporasi.
Strategi komersialisasi nama pada halte murni bertujuan untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi daerah, dan tidak akan melibatkan unsur politik mana pun.
"Nggak lah, bagaimanapun yang paling utama adalah dunia usaha," tegasnya.
Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengkomersialkan penamaan fasilitas publik sendiri bertujuan untuk mendatangkan pemasukan alternatif bagi kas daerah.
Pramono menyebut halte-halte yang penamaannya berkolaborasi dengan pihak swasta sudah mulai menghasilkan keuntungan.
Baca Juga: Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
"Semua halte di Jakarta udah nggak ada yang nggak ada namanya, karena begitu dikasih nama, ada cuannya," klaim politisi PDIP tersebut.
Sebelumnya, publik memang sempat dibuat geger dengan desas-desus mengenai kemungkinan masuknya identitas partai politik dalam skema penamaan infrastruktur tersebut.
Wacana itu bahkan mendapat penolakan dari kubu partai politik sendiri, karena dinilai bisa membuat masyarakat semakin antipati dengan hal-hal berbau politis.
"Akan kontraproduktif terhadap usaha untuk semakin mendekatkan partai politik dengan masyarakat, karena orang-orang merasa antipati," sorot Anggota Komisi A DPRD DKI dari Fraksi PSI, Kevin Wu kepada Suara.com baru-baru ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend