-
Paus Leo XIV menyerukan perdamaian dunia di tengah serangan kritik pedas dari Donald Trump.
-
Donald Trump menggunakan citra religius di media sosial untuk merespons teguran keras pihak Vatikan.
-
Vatikan mempertanyakan moralitas perang modern yang dianggap tidak lagi memenuhi kriteria perang adil.
"Tulisan-tulisannya, ajarannya, spiritualitasnya, undangannya untuk mencari Tuhan dan mencari kebenaran adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan saat ini, sebuah pesan yang sangat nyata bagi kita semua saat ini sebagai orang yang percaya pada Yesus Kristus, tetapi bagi semua orang," ungkap Paus.
Ketegangan Diplomatik Terkait Ancaman Nuklir Iran
Hubungan antara Gedung Putih dan Vatikan memanas setelah Paus mengkritik keras kebijakan militer yang mengancam peradaban di Iran.
Trump menuduh Paus Leo XIV telah menjadi tawanan ideologi sayap kiri dan bersikap lunak terhadap tindak kriminalitas global.
Bahkan, Trump melontarkan klaim provokatif bahwa terpilihnya Leo sebagai Paus pertama asal Amerika Serikat adalah berkat dirinya.
Presiden AS tersebut mendesak agar Paus lebih memperhatikan pelanggaran hak asasi manusia yang diduga dilakukan oleh pemerintah Iran.
"Maukah seseorang memberi tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 pengunjuk rasa yang tidak bersalah dan sama sekali tidak bersenjata dalam dua bulan terakhir, dan bahwa bagi Iran untuk memiliki Bom Nuklir adalah hal yang mutlak tidak dapat diterima," tegas Trump.
Vatikan melalui Direktur Editorial Andrea Tornielli menanggapi argumen JD Vance mengenai teori perang yang adil atau just war.
Tornielli menjelaskan bahwa konsep perang yang adil perlu ditinjau ulang di era teknologi militer canggih seperti drone.
Baca Juga: Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut
Menurutnya, sulit untuk mempertahankan justifikasi moral sebuah perang ketika kerusakan yang dihasilkan jauh melampaui batas kemanusiaan.
Paus Leo XIV sendiri lebih memilih menunjukkan bukti nyata perdamaian melalui penghormatan militer yang ia terima di wilayah Aljazair.
Beliau mengenang momen doa hening di Masjid Raya Aljazair sebagai simbol kuat bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang persaudaraan.
Pentingnya Dialog Sebagai Solusi Akhir Konflik
Paus menegaskan bahwa membangun jembatan komunikasi antara berbagai agama adalah kunci untuk menciptakan harmoni di masa depan.
"Saya pikir kunjungan ke masjid itu penting untuk mengatakan bahwa meskipun kita memiliki keyakinan yang berbeda, kita memiliki cara beribadah yang berbeda, kita memiliki cara hidup yang berbeda, kita dapat hidup bersama dalam damai," kata Paus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Ketua Ombudsman Jadi Tersangka, DPR Syok dan Desak Konsolidasi Internal
-
Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi
-
Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil