News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 13:56 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali posting foto Yesus. Kali ini dia bersama Yesus. (Yahoo)
Baca 10 detik
  • Paus Leo XIV menyerukan perdamaian dunia di tengah serangan kritik pedas dari Donald Trump.

  • Donald Trump menggunakan citra religius di media sosial untuk merespons teguran keras pihak Vatikan.

  • Vatikan mempertanyakan moralitas perang modern yang dianggap tidak lagi memenuhi kriteria perang adil.

"Tulisan-tulisannya, ajarannya, spiritualitasnya, undangannya untuk mencari Tuhan dan mencari kebenaran adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan saat ini, sebuah pesan yang sangat nyata bagi kita semua saat ini sebagai orang yang percaya pada Yesus Kristus, tetapi bagi semua orang," ungkap Paus.

Ketegangan Diplomatik Terkait Ancaman Nuklir Iran

Hubungan antara Gedung Putih dan Vatikan memanas setelah Paus mengkritik keras kebijakan militer yang mengancam peradaban di Iran.

Trump menuduh Paus Leo XIV telah menjadi tawanan ideologi sayap kiri dan bersikap lunak terhadap tindak kriminalitas global.

Bahkan, Trump melontarkan klaim provokatif bahwa terpilihnya Leo sebagai Paus pertama asal Amerika Serikat adalah berkat dirinya.

Presiden AS tersebut mendesak agar Paus lebih memperhatikan pelanggaran hak asasi manusia yang diduga dilakukan oleh pemerintah Iran.

"Maukah seseorang memberi tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 pengunjuk rasa yang tidak bersalah dan sama sekali tidak bersenjata dalam dua bulan terakhir, dan bahwa bagi Iran untuk memiliki Bom Nuklir adalah hal yang mutlak tidak dapat diterima," tegas Trump.

Vatikan melalui Direktur Editorial Andrea Tornielli menanggapi argumen JD Vance mengenai teori perang yang adil atau just war.

Tornielli menjelaskan bahwa konsep perang yang adil perlu ditinjau ulang di era teknologi militer canggih seperti drone.

Baca Juga: Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut

Menurutnya, sulit untuk mempertahankan justifikasi moral sebuah perang ketika kerusakan yang dihasilkan jauh melampaui batas kemanusiaan.

Paus Leo XIV sendiri lebih memilih menunjukkan bukti nyata perdamaian melalui penghormatan militer yang ia terima di wilayah Aljazair.

Beliau mengenang momen doa hening di Masjid Raya Aljazair sebagai simbol kuat bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang persaudaraan.

Pentingnya Dialog Sebagai Solusi Akhir Konflik

Paus menegaskan bahwa membangun jembatan komunikasi antara berbagai agama adalah kunci untuk menciptakan harmoni di masa depan.

"Saya pikir kunjungan ke masjid itu penting untuk mengatakan bahwa meskipun kita memiliki keyakinan yang berbeda, kita memiliki cara beribadah yang berbeda, kita memiliki cara hidup yang berbeda, kita dapat hidup bersama dalam damai," kata Paus.

Load More