-
Rusia meluncurkan serangan udara masif yang mengakibatkan 12 warga sipil Ukraina meninggal dunia.
-
Kota Odesa mencatat jumlah kematian tertinggi dengan enam korban jiwa akibat rudal Rusia.
-
Seorang anak berusia 12 tahun turut menjadi korban tewas dalam serangan di Kyiv.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyebutkan bahwa sekitar sepuluh orang mengalami luka-luka serius dalam peristiwa tersebut.
Kota Dnipro yang berada di wilayah tengah Ukraina juga melaporkan jatuhnya korban akibat ledakan rudal.
Kepala administrasi regional, Oleksandr Ganzha, mengonfirmasi dua warga sipil dinyatakan meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Seorang wanita berusia 40 tahun dikabarkan berada dalam kondisi kritis setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
"Serangan itu melukai 10 orang, termasuk seorang wanita berusia 40 tahun yang dibawa ke rumah sakit dalam kondisi serius," kata Ganzha.
Hingga saat ini, pihak medis masih berupaya memberikan pertolongan pertama bagi korban yang menderita luka bakar parah.
Kerusakan Infrastruktur dan Peringatan Keamanan
Di distrik Obolonsky, puing-puing rudal yang jatuh memicu kebakaran hebat pada sejumlah kendaraan dan gedung.
Tymur Tkachenko selaku kepala administrasi militer Kyiv langsung mengeluarkan instruksi darurat bagi seluruh masyarakat sipil.
Baca Juga: AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington
"Peringatan bagi warga sipil untuk berlindung sampai alarm peringatan rudal dicabut," tegas Tymur Tkachenko memperingatkan warga.
Sementara itu, di wilayah timur laut tepatnya di Kharkiv, dua warga lanjut usia dilaporkan mengalami luka-luka.
Oleh Syniehubov menjelaskan bahwa korban luka merupakan seorang wanita berusia 77 tahun dan pria berusia 66 tahun.
Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina telah memasuki tahun keempat tanpa ada tanda-tanda gencatan senjata permanen.
Moskow secara rutin melepaskan ratusan drone bunuh diri ke wilayah kedaulatan Ukraina hampir setiap malam sejak awal invasi.
Belakangan ini, intensitas serangan udara Rusia meningkat tajam dengan durasi yang lebih lama dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Penggunaan drone murah namun mematikan menjadi strategi utama Rusia untuk menghabiskan amunisi pertahanan udara milik militer Ukraina.
Hingga kini, komunitas internasional terus mendesak penghentian serangan terhadap fasilitas sipil yang melanggar hukum humaniter internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan
-
Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard
-
Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort
-
Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi
-
TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana
-
Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas
-
Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan
-
Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
-
Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan
-
Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun