-
Gencatan senjata Israel-Lebanon selama sepuluh hari telah resmi berlaku untuk menghentikan konflik bersenjata.
-
Kesepakatan ini bertujuan membuka ruang negosiasi menuju perdamaian permanen melalui mediasi Amerika Serikat.
-
Seluruh pihak terkait masih bersikap waspada sambil mengawasi implementasi penghentian serangan di lapangan.
Suara.com - Penghentian kontak senjata secara resmi antara militer Israel dan kelompok di Lebanon kini mulai dioperasikan secara penuh.
Langkah ini menjadi instrumen krusial untuk mendinginkan eskalasi militer yang meningkat tajam dalam satu bulan terakhir.
Dikutip dari CNN, gencatan senjata ini diharapkan tidak hanya menjadi jeda serangan tetapi juga pintu masuk bagi stabilitas kawasan.
Dunia internasional kini menyoroti efektivitas kesepakatan ini dalam meredam konfrontasi langsung di wilayah perbatasan kedaulatan.
Kesepakatan singkat ini menjadi ujian awal bagi komitmen jangka panjang kedua belah pihak dalam mengakhiri pertumpahan darah.
Pemberlakuan masa tenang ini secara resmi dimulai sejak tengah malam waktu setempat mengikuti jadwal koordinasi internasional.
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan bahwa jeda sepuluh hari ini memiliki target diplomatik yang sangat spesifik.
Proses ini dirancang untuk memfasilitasi perundingan yang jujur demi mencapai kesepakatan keamanan serta perdamaian yang bersifat tetap.
"Dimaksudkan untuk memungkinkan negosiasi dengan itikad baik menuju perjanjian keamanan dan perdamaian permanen antara Israel dan Lebanon," kata Departemen Luar Negeri AS.
Baca Juga: Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah
Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada provokasi baru yang dapat merusak kepercayaan di meja perundingan.
Respons Hizbullah dan Dinamika Politik Regional
Sikap kelompok Hizbullah terhadap kesepakatan ini masih menjadi perhatian utama para pengamat politik internasional dan intelijen.
Meski belum mengeluarkan pernyataan resmi organisasi, sinyal positif muncul dari perwakilan legislatif kelompok bersenjata tersebut di Lebanon.
Hizbullah mensyaratkan berhentinya agresi militer sebagai kunci utama ketaatan mereka terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlangsung.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Teheran mendekati jeda tersebut "dengan hati-hati" dan Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menyebutnya "kompleks."
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Balas Kritik Dino Patti Djalal, Seskab Teddy: Diplomat Hebat Walau Hanya Menjabat 3 Bulan
-
Lawan Tuntutan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi Kasus Chromebook Hari Ini!
-
Molor! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Baru Bisa Dibuka Bertahap, Ini Jadwal Terbarunya
-
Kebakaran Kebon Kosong: 3 Warga Terluka, Suparno Dirujuk ke RSCM usai Rumah Ludes
-
Rumah Ludes Dalam Sekejap, 620 Warga Korban Kebakaran Kebon Kosong Mengungsi
-
Kebakaran Kebon Kosong Kemayoran: 250 Rumah Hangus, Ratusan Warga Kini Mengungsi di Tenda Darurat
-
Trump Umumkan Perdamaian, Netanyahu Justru Ancam Serang Lebanon Lebih Kejam
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia