-
Gencatan senjata Israel-Lebanon selama sepuluh hari telah resmi berlaku untuk menghentikan konflik bersenjata.
-
Kesepakatan ini bertujuan membuka ruang negosiasi menuju perdamaian permanen melalui mediasi Amerika Serikat.
-
Seluruh pihak terkait masih bersikap waspada sambil mengawasi implementasi penghentian serangan di lapangan.
Kompleksitas situasi di lapangan menuntut pengawasan ketat dari lembaga pemantau internasional agar kesepakatan ini tidak dilanggar.
Pengumuman mengenai keberhasilan diplomasi singkat ini disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat melalui saluran komunikasi publiknya.
Langkah ini diambil setelah adanya pembicaraan intensif dengan pucuk pimpinan dari kedua negara yang sedang bertikai tersebut.
"Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel," kata Trump di Truth Social dilansir Al Jazeera.
Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa jalur komunikasi tingkat tinggi telah berhasil mencapai titik temu untuk menghentikan kekerasan.
Donald Trump menegaskan bahwa kedua negara telah menyetujui jadwal pelaksanaan teknis penghentian serangan sesuai waktu yang ditentukan.
Kepastian Waktu Operasional Penghentian Serangan
Penetapan waktu dimulainya gencatan senjata dilakukan secara presisi guna menghindari kesalahpahaman koordinasi militer di lapangan terbuka.
"Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 5 sore EST," tambah Trump.
Baca Juga: Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah
Kedua negara kini berada di bawah tekanan global untuk membuktikan bahwa mereka mampu menahan diri dari opsi militer.
Implementasi di lapangan akan dipantau secara ketat untuk memastikan tidak ada peluncuran proyektil maupun serangan udara susulan.
Periode sepuluh hari ke depan akan menjadi masa paling menentukan bagi masa depan keamanan di perbatasan utara Israel.
Konfrontasi bersenjata antara Israel dan Hizbullah kembali memanas setelah serangkaian serangan roket yang diluncurkan bulan lalu.
Serangan tersebut merupakan bentuk dukungan Hizbullah terhadap Iran yang memicu eskalasi militer besar-besaran di wilayah Lebanon.
Kondisi kemanusiaan yang memburuk di zona konflik memaksa kekuatan global untuk mengintervensi melalui jalur diplomasi darurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Tak Ingin Publik Curiga, TB Hasanuddin 'Wanti-wanti' Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Harus Terbuka
-
Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual
-
Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua
-
Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik
-
Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi
-
Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark
-
Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?
-
Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini
-
Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang
-
Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar