News / Internasional
Jum'at, 17 April 2026 | 07:44 WIB
Serangan Israel ke Lebanon (Antara)
Baca 10 detik
  • Gencatan senjata Israel-Lebanon selama sepuluh hari telah resmi berlaku untuk menghentikan konflik bersenjata.

  • Kesepakatan ini bertujuan membuka ruang negosiasi menuju perdamaian permanen melalui mediasi Amerika Serikat.

  • Seluruh pihak terkait masih bersikap waspada sambil mengawasi implementasi penghentian serangan di lapangan.

Kompleksitas situasi di lapangan menuntut pengawasan ketat dari lembaga pemantau internasional agar kesepakatan ini tidak dilanggar.

Pengumuman mengenai keberhasilan diplomasi singkat ini disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat melalui saluran komunikasi publiknya.

Langkah ini diambil setelah adanya pembicaraan intensif dengan pucuk pimpinan dari kedua negara yang sedang bertikai tersebut.

"Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel," kata Trump di Truth Social dilansir Al Jazeera.

Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa jalur komunikasi tingkat tinggi telah berhasil mencapai titik temu untuk menghentikan kekerasan.

Donald Trump menegaskan bahwa kedua negara telah menyetujui jadwal pelaksanaan teknis penghentian serangan sesuai waktu yang ditentukan.

Kepastian Waktu Operasional Penghentian Serangan

Penetapan waktu dimulainya gencatan senjata dilakukan secara presisi guna menghindari kesalahpahaman koordinasi militer di lapangan terbuka.

"Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 5 sore EST," tambah Trump.

Baca Juga: Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah

Kedua negara kini berada di bawah tekanan global untuk membuktikan bahwa mereka mampu menahan diri dari opsi militer.

Implementasi di lapangan akan dipantau secara ketat untuk memastikan tidak ada peluncuran proyektil maupun serangan udara susulan.

Periode sepuluh hari ke depan akan menjadi masa paling menentukan bagi masa depan keamanan di perbatasan utara Israel.

Konfrontasi bersenjata antara Israel dan Hizbullah kembali memanas setelah serangkaian serangan roket yang diluncurkan bulan lalu.

Serangan tersebut merupakan bentuk dukungan Hizbullah terhadap Iran yang memicu eskalasi militer besar-besaran di wilayah Lebanon.

Kondisi kemanusiaan yang memburuk di zona konflik memaksa kekuatan global untuk mengintervensi melalui jalur diplomasi darurat.

Load More