News / Metropolitan
Jum'at, 17 April 2026 | 09:35 WIB
Ilustrasi banjir di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026). (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Banjir melanda 21 RT di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akibat kenaikan debit air Kali Ciliwung, Jumat (17/4/2026).
  • Ketinggian air mencapai 20 hingga 80 centimeter di wilayah yang terdampak luapan sungai setelah status Siaga 3.
  • BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel gabungan untuk menyedot genangan air serta membantu kebutuhan dasar bagi para penyintas.

Suara.com - Sejumlah wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dilaporkan terendam banjir akibat meningkatnya debit air di hulu Kali Ciliwung sejak Kamis (16/4/2026) malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 21 Rukun Tetangga (RT) terdampak genangan hingga Jumat (17/4/2026) pukul 08.00 WIB.

"Disebabkan kenaikan tinggi muka air di Pos Pantau Depok pukul 21.00 dan Bendung Katulampa pukul 23.00 dengan status Siaga 3," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2026).

Di wilayah Jakarta Selatan, terdapat enam RT yang terendam meliputi Kelurahan Tanjung Barat, Rawajati, hingga Pejaten Timur.

Sementara itu, dampak banjir paling masif terjadi di Jakarta Timur dengan total 15 RT yang tersebar di Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.

Berdasarkan hasil pantauan petugas di lapangan, ketinggian air yang merendam permukiman warga bervariasi mulai dari 20 hingga 80 centimeter.

Sebagai langkah penanganan, personel gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk memonitor kondisi genangan serta memastikan seluruh tali air berfungsi optimal.

"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan," kata Yohan.

Selain melakukan penyedotan air, petugas juga berupaya menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas yang terdampak luapan sungai tersebut.

Baca Juga: 5 Motor Listrik Anti Konslet, Tak Gundah di Musim Hujan, Kebal Banjir

BPBD DKI Jakarta menargetkan seluruh titik genangan yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dapat surut dalam waktu yang relatif cepat.

Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai diminta untuk tetap siaga dan waspada terhadap potensi genangan susulan jika hujan kembali mengguyur.

"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," pungkas Yohan. 

Load More