News / Internasional
Jum'at, 17 April 2026 | 09:41 WIB
Presiden AS Donald Trump mendesak perdamaian permanen saat gencatan senjata Israel-Lebanon resmi mulai diberlakukan. (Pltus)
Baca 10 detik
  • Donald Trump mendesak Hizbullah menjaga perilaku sopan demi terciptanya perdamaian permanen di Lebanon.

  • Gencatan senjata sepuluh hari mulai berlaku meskipun sempat diwarnai penembakan artileri di perbatasan.

  • Warga Lebanon mulai kembali ke rumah mereka di tengah harapan penghentian konflik bersenjata.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaruh harapan besar agar Hizbullah menunjukkan sikap kooperatif selama masa gencatan senjata.

Langkah ini dianggap sebagai fondasi krusial untuk menghentikan pertumpahan darah yang telah berlangsung lama di wilayah tersebut.

Dikutip dari Al Jazeera, pemerintah Amerika Serikat memandang periode sepuluh hari ini sebagai ujian komitmen bagi seluruh pihak yang bertikai.

Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth. [RollingStone]

Visi Trump berfokus pada penghentian total konfrontasi bersenjata demi menciptakan stabilitas keamanan di kawasan perbatasan kedua negara.

Inisiatif diplomatik ini diharapkan mampu mengubah konstalasi konflik menjadi dialog konstruktif yang menguntungkan warga sipil setempat.

Donald Trump secara terbuka menekankan pentingnya etika politik dan kemanusiaan dari pihak Hizbullah dalam transisi ini.

"Saya harap Hizbullah bertindak baik dan sopan selama periode penting ini. Ini akan menjadi momen HEBAT bagi mereka jika mereka melakukannya," tulis Trump di Truth Social.

Pesan tersebut menunjukkan keinginan kuat dari Gedung Putih untuk melihat berakhirnya siklus kekerasan di tanah Lebanon.

Trump menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menghentikan segala bentuk aksi pembunuhan antar faksi militer.

Baca Juga: Serangan Udara Israel di Ghazieh Tewaskan 7 Warga Sipil Menjelang Kesepakatan Gencatan Senjata

"Tidak ada lagi pembunuhan. Akhirnya harus ada DAMAI!" tambahnya melalui platform media sosial miliknya tersebut.

Komitmen Negosiasi Itikad Baik

Gencatan senjata yang berlangsung selama sepuluh hari ini secara resmi dimulai sejak tengah malam waktu Lebanon.

Meskipun kesepakatan telah berjalan, Hizbullah belum memberikan pernyataan resmi mengenai pengakuan formal terhadap durasi gencatan senjata itu.

Namun, perwakilan parlemen mereka memberikan sinyal positif terkait penghentian serangan jika Israel melakukan hal serupa.

Pihak Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa jeda pertempuran ini dirancang untuk memfasilitasi proses diplomasi tingkat tinggi.

Load More