News / Internasional
Jum'at, 17 April 2026 | 09:41 WIB
Presiden AS Donald Trump mendesak perdamaian permanen saat gencatan senjata Israel-Lebanon resmi mulai diberlakukan. (Pltus)
Baca 10 detik
  • Donald Trump mendesak Hizbullah menjaga perilaku sopan demi terciptanya perdamaian permanen di Lebanon.

  • Gencatan senjata sepuluh hari mulai berlaku meskipun sempat diwarnai penembakan artileri di perbatasan.

  • Warga Lebanon mulai kembali ke rumah mereka di tengah harapan penghentian konflik bersenjata.

Lembaga tersebut menyebut gencatan senjata itu "dimaksudkan untuk memungkinkan negosiasi dengan itikad baik menuju perjanjian keamanan dan perdamaian permanen antara Israel dan Lebanon."

Situasi di lapangan menunjukkan dinamika yang kontradiktif segera setelah waktu gencatan senjata resmi dimulai.

Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan adanya aktivitas serangan artileri dari pihak militer Israel di wilayah selatan.

Operasi pembersihan yang melibatkan tembakan senapan mesin juga terdeteksi di beberapa titik strategis di wilayah perbatasan.

Selain itu, pesawat pengintai militer terpantau masih melakukan pengamatan intensif di atas kawasan Lembah Bekaa.

Aktivitas militer di lereng barat Jabal al-Sheikh menjadi bukti bahwa ketegangan belum sepenuhnya mereda di lapangan.

Respon Penduduk dan Euforia

Di sisi lain, suasana di pinggiran selatan Beirut dipenuhi dengan suara tembakan perayaan dan ledakan RPG.

Warga mulai memberanikan diri kembali ke pemukiman mereka yang sebelumnya menjadi target gempuran serangan udara.

Baca Juga: Serangan Udara Israel di Ghazieh Tewaskan 7 Warga Sipil Menjelang Kesepakatan Gencatan Senjata

Banyak penduduk yang terlihat membawa simbol-simbol organisasi sebagai bentuk ketahanan identitas di tengah puing bangunan.

Beberapa warga bahkan terlihat mengusung potret mendiang pemimpin mereka sebagai penghormatan saat melintasi jalanan kota.

Kembalinya pengungsi menciptakan antrean panjang kendaraan yang mengular di sepanjang jalur menuju wilayah selatan Lebanon.

Konflik antara Israel dan Hizbullah telah mengalami eskalasi hebat sejak pembunuhan Hassan Nasrallah pada tahun 2024 silam.

Serangkaian serangan udara dan operasi darat telah menyebabkan ribuan warga sipil kehilangan tempat tinggal dan mengungsi.

Upaya internasional untuk meredam ketegangan terus diupayakan melalui berbagai jalur negosiasi yang melibatkan Amerika Serikat.

Load More