News / Nasional
Jum'at, 17 April 2026 | 14:11 WIB
Dukungan terhadap akademisi Saiful Mujani yang melontarkan kritik keras terhadap jalannya pemerintahan Prabowo Subianto mengalir dari sejumlah tokoh aktivis di Ciputat. (Foto dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Tokoh aktivis di Ciputat memberikan dukungan kepada akademisi Saiful Mujani terkait kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Yuniyanti menegaskan bahwa penyampaian kritik terhadap kekuasaan tidak boleh dikriminalisasi atau berujung pada proses hukum pidana.
  • Muhammad Isnur dari YLBHI mengkritik transparansi pembahasan undang-undang serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang dinilai bermasalah.

Suara.com - Dukungan terhadap akademisi Saiful Mujani yang melontarkan kritik keras terhadap jalannya pemerintahan Prabowo Subianto mengalir dari sejumlah tokoh aktivis di Ciputat.

Dalam forum Sebelum Halal Bihalal Ditertibkan, sejumlah tokoh menyoroti pentingnya kebebasan berekspresi dan kritik terhadap pemerintah, serta menolak adanya represi terhadap akademisi dan aktivis.

Mantan Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah, menegaskan bahwa kritik terhadap kekuasaan tidak seharusnya berujung pada proses pidana.

“Kritik pada kekuasaan bukanlah dosa yang harus berakhir di penjara. Jangan mau disandera untuk menjadi takut menyampaikan kebenaran,” ujar Yuniyanti.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menilai kondisi saat ini membuat masyarakat berada dalam ketakutan.

“Kita sedang hidup dalam ketakutan. Kalau betul demikian, apakah kita masih bisa dibilang hidup di alam demokrasi? Sebenarnya kita tidak lagi hidup di alam demokrasi, kita hidup di dalam ilusi demokrasi,” kata Isnur.

Pendiri Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Saiful Mujani. (tangkapan layar)

Ia juga menyoroti proses pembahasan undang-undang yang dinilai tidak transparan.

“Undang-undang dibahas di hotel tanpa jelas dari mana beayanya. Berarti ada sponsornya. Itu bahaya,” ujarnya.

Selain itu, Isnur turut menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya belum memiliki landasan undang-undang, meski menggunakan anggaran besar.

Baca Juga: Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!

Sementara itu, mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat, mengapresiasi inisiatif Komunitas Ciputat dalam menyuarakan kondisi negara.

“Jangan lelah mengawal cita-cita kemerdekaan sampai terwujud masyarakat yang cerdas, sehat, sejahtera, adil, dan bahagia,” kata Komaruddin.

Load More