- Ketua Pansel Erwan Agus Purwanto menyatakan tidak menemukan indikasi korupsi pada Hery Susanto saat proses seleksi periode 2026–2031.
- Proses seleksi meliputi tahapan ketat, skrining rekam jejak dari KPK, BIN, PPATK, serta melibatkan partisipasi pengaduan masyarakat luas.
- Kejaksaan Agung menetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai tersangka korupsi tata kelola usaha pertambangan nikel periode 2013–2025.
Suara.com - Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Ombudsman RI periode 2026–2031, Erwan Agus Purwanto, menyebut bahwa pihaknya tidak menemukan indikasi perilaku koruptif dalam proses seleksi terhadap Ketua Ombudsman, Hery Susanto.
“Dapat kami disampaikan, dari data-data yang kami peroleh pada saat proses seleksi tersebut, kami belum menemukan ada indikasi perbuatan korupsi dari saudara Hery Susanto,” kata Erwan kepada Suara.com, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa mekanisme seleksi melalui beberapa tahapan ketat, yaitu seleksi administrasi, tes kompetensi terkait tugas Ombudsman RI, assessment center (psikologi), wawancara, dan penjaringan pengaduan masyarakat pada setiap tahap seleksi.
Selain itu, calon pimpinan Ombudsman juga harus melalui penelusuran rekam jejak serta skrining dari pihak-pihak yang memiliki data untuk memastikan integritas calon dan bahwa calon tidak tersangkut perkara korupsi, seperti data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Intelijen Negara (BIN), serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Erwan juga menjelaskan bahwa Pansel melakukan penelusuran pemberitaan melalui media cetak maupun daring terkait rekam jejak para calon pimpinan Ombudsman.
Ia memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan, dengan setiap tahap membuka ruang pengaduan masyarakat.
Dalam tahap wawancara, lanjut Erwan, proses dilakukan secara terbuka dengan mengundang akademisi, praktisi, dan aktivis untuk menyaksikan pemaparan visi, misi, rekam jejak, serta klarifikasi atas hasil skrining yang dikonfirmasi Pansel kepada para calon.
“Dengan data yang kami anggap cukup memadai dari pihak-pihak terkait dan juga konfirmasi secara langsung pada para calon saat wawancara terkait data-data hasil skrining, tentu kami sangat terkejut ketika kemarin mendengar berita bahwa ketua ORI tersangkut perkara korupsi,” ujar Erwan.
“Hal ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagaimana ke depan siapapun yang diberi tugas menjadi Pansel bisa memastikan hal seperti ini tidak terulang kembali,” tandasnya.
Baca Juga: Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola usaha pertambangan nikel periode 2013–2025.
Berita Terkait
-
Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan
-
Ketua Ombudsman Terseret Kasus Nikel, Komisi II DPR Akui Luput dan Sampaikan Maaf
-
Geledah Rumah Bupati Tulungagung dan Ajudannya, KPK Temukan Dokumen Alat Tekan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!
-
Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029
-
Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?
-
Mantan Artis F Jalankan Sindikat Love Scammer Internasional di Solo, Tipu Rp 41 Miliar
-
Jangan ke Arab Dulu! Asosiasi: Ribuan Dapur MBG Lokal Disuspensi, Daerah 3T Belum Terurus
-
Wamen HAM Soal Vonis 10 Bulan Prajurit TNI dalam Kasus MHS: Publik Berhak Mempertanyakan
-
Bobby Nasution Puji Kemenangan Timnas U19, Atmosfer Stadion Utama Sumut Jadi Kekuatan
-
Jemaah Haji dari Tuban Ini Berbagi: Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah yang Tenang