- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sedang mengkaji kebijakan pengurangan pajak daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi warga Jakarta.
- Langkah tersebut diambil guna merespons tekanan geopolitik global dan ancaman El Nino yang dapat mengganggu daya beli masyarakat.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memfinalisasi paket insentif fiskal agar tepat sasaran bagi pelaku usaha dan masyarakat luas.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi warga di tengah ketidakpastian situasi dunia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku sedang mengkaji kebijakan pengurangan pajak daerah sebagai respons terhadap tekanan geopolitik global yang masih berlangsung.
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan iklim investasi di ibu kota tetap kondusif meskipun kondisi eksternal sedang tidak menentu.
Pramono menyebutkan kondisi global saat ini, termasuk konflik di Timur Tengah dan potensi dampak El Nino, menjadi tantangan bagi perekonomian Jakarta.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah seringkali berdampak pada fluktuasi harga energi dan gangguan rantai pasok global, sementara fenomena El Nino mengancam ketahanan pangan yang berujung pada kenaikan harga komoditas pokok.
Kondisi-kondisi inilah yang memicu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera merumuskan kebijakan fiskal yang lebih berpihak pada masyarakat luas dan pelaku usaha.
“Kami sedang mengkaji pengurangan pajak daerah. Jakarta akan mengeluarkan instrumen perpajakan yang lebih kompetitif dan lebih menarik,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Rencana pengurangan pajak ini diproyeksikan menyasar berbagai sektor yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Jakarta.
Dia pun berharap kebijakan tersebut dapat memberikan relaksasi bagi masyarakat dan pelaku usaha di tengah ketidakpastian global, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Sehari Operasi, Anak Buah Pramono Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-sapu
Pramono Anung menekankan bahwa Jakarta tidak boleh pasif dalam menghadapi dinamika ekonomi internasional. Sebagai pusat ekonomi nasional, Jakarta harus memiliki daya tahan yang kuat terhadap guncangan eksternal.
“Tekanan geopolitik maupun tekanan ekonomi ini perlu kita respons dengan memberikan relaksasi. Nanti, pada waktunya, akan kami umumkan paket kebijakan perpajakan,” ungkap Pramono sebagaimana dilansir Antara.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak akan berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam satu kesatuan stimulus ekonomi.
Dia menjelaskan kebijakan tersebut akan dikemas dalam beberapa paket insentif yang saat ini masih dalam tahap finalisasi.
Paket insentif ini dirancang sedemikian rupa agar tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pihak-pihak yang paling terdampak oleh kenaikan biaya hidup maupun biaya operasional bisnis.
Kebijakan itu diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi sehingga tetap bergairah. Dengan adanya pengurangan beban pajak, diharapkan perputaran uang di masyarakat tetap tinggi, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan sektor ritel, jasa, dan konsumsi rumah tangga di kota-kota besar seperti Jakarta.
Berita Terkait
-
Sehari Operasi, Anak Buah Pramono Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-sapu
-
Siap-Siap! Pajak Kendaraan Berbasis Emisi Berlaku, Mobil Polutif Bakal Kena Tarif Mahal
-
Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor
-
Ancaman El Nino di Depan Mata, Pramono Siapkan Jurus Jaga Stok Beras hingga Daging
-
Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Mitsubishi New Xforce Resmi Meluncur, Pakai Hybrid Generasi Terbaru
-
Madura United Datangkan Bek Tengah Vava Mario Yagalo, Siap Perkuat Lini Belakang
-
Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Cepat Bertambah di Jakarta, Isi Daya Hanya 15 Menit
-
Frans Putros Hengkang, Ini Respon Pelatih Persib Bandung
-
Mau Punya Rumah Murah? Intip Program BRI KPR Solusi dengan Harga di Bawah Pasar
-
Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan
-
Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit
-
Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara
-
Citra Koperasi Dirombak, Regenerasi Ada di Tangan Gen Z
-
Bikin Jenderal Cengar-cengir, Prabowo Tanya Panglima TNI dan Kapolri Soal Potong Anggaran: Rela?