News / Metropolitan
Jum'at, 17 April 2026 | 18:57 WIB
Pramono Anung di Komplek DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sedang mengkaji kebijakan pengurangan pajak daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi warga Jakarta.
  • Langkah tersebut diambil guna merespons tekanan geopolitik global dan ancaman El Nino yang dapat mengganggu daya beli masyarakat.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memfinalisasi paket insentif fiskal agar tepat sasaran bagi pelaku usaha dan masyarakat luas.

Di sisi lain, dia memastikan kondisi ekonomi Jakarta masih relatif terjaga. Berdasarkan data terbaru, performa ekonomi Jakarta menunjukkan angka yang cukup menggembirakan dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Pertumbuhan ekonomi tercatat lebih tinggi dari nasional, sementara inflasi tetap terkendali. Hal ini menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan manuver kebijakan fiskal tanpa harus khawatir akan stabilitas ekonomi makro di tingkat lokal.

"Inflasi Jakarta yang berada di angka 3,37 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,48 persen. Pertumbuhan ekonominya lebih tinggi, tetapi inflasinya lebih rendah. Artinya, ekonomi Jakarta terawat dengan baik,” tutur Pramono.

Angka inflasi yang terkendali di bawah rata-rata nasional menunjukkan bahwa strategi manajemen stok pangan dan distribusi di Jakarta berjalan efektif.

Namun, keberhasilan ini tidak membuat pemerintah lengah. Kendati demikian, dia mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berhati-hati dalam menyusun kebijakan fiskal agar tetap seimbang antara memberikan stimulus dan menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Keseimbangan fiskal menjadi kunci agar program-program pembangunan infrastruktur dan layanan publik lainnya tidak terganggu akibat adanya pengurangan pemasukan dari sektor pajak.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan simulasi matang untuk memastikan bahwa setiap rupiah pajak yang dikurangi akan terkompensasi oleh peningkatan aktivitas ekonomi yang lebih masif.

“Kami ingin momentum ekonomi yang baik ini tetap terjaga, tapi juga memberikan ruang bagi masyarakat dan dunia usaha untuk bertahan di tengah tekanan global,” ucap Pramono.

Baca Juga: Sehari Operasi, Anak Buah Pramono Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-sapu

Load More