News / Internasional
Sabtu, 18 April 2026 | 13:01 WIB
11 ilmuwan Amerika Serikat yang terkait pengembangan nuklir, termasuk penemu antigravitasi, tewas atau hilang misterius. [Fox News]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 11 ilmuwan nuklir dan militer Amerika Serikat dilaporkan meninggal atau hilang secara misterius dalam situasi tidak wajar.
  • Presiden Donald Trump memerintahkan penyelidikan menyeluruh oleh Gedung Putih dan FBI untuk mengungkap kebenaran di balik fenomena tersebut.
  • Investigasi difokuskan pada pola kematian ilmuwan, termasuk kasus Amy Eskridge yang sempat menerima ancaman terkait penelitian teknologi antigravitasi.

Eskridge bukan sekadar peneliti biasa. Ia adalah pendiri Institute for Exotic Science, dan mendedikasikan karirnya pada konsep propulsi eksperimental, termasuk penelitian yang ia sebut sebagai teknologi "antigravitasi".

Sebelum kematiannya, Eskridge sempat mengungkapkan adanya tekanan besar yang ia terima akibat riset radikalnya tersebut.

Amy Eskridge, peneliti teknologi anti-gravitasi asal Amerika Serikat yang tewas misterius tahun 2022. [Suara.com]

Dalam sebuah wawancara tahun 2020 dengan YouTuber Jeremy Rys, Eskridge memberikan pengakuan yang kini terdengar sangat mencekam.

"Kami menemukan antigravitasi, dan hidup kami menjadi (berantakan) dan orang-orang mulai menyabotase kami," ungkapnya kala itu.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya mengalami tekanan berupa "pelecehan, ancaman. Itu sangat mengerikan."

Pernyataan Eskridge seolah memberikan peringatan akan risiko yang dihadapi ilmuwan yang berani mempublikasikan penemuan sensitif.

"Jika Anda menunjukkan diri Anda di publik, setidaknya seseorang akan menyadari jika kepala Anda dipenggal," tuturnya dalam wawancara yang sama.

Ia juga sempat mengutarakan kekhawatirannya jika melakukan penelitian secara tertutup tanpa pengawasan publik.

"Jika Anda menunjukkan diri Anda secara tertutup, mereka akan mengubur Anda. Mereka akan membakar rumah Anda saat Anda sedang tidur di tempat tidur, dan itu bahkan tidak akan masuk berita," tambah Eskridge.

Baca Juga: Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng

Pola Kematian Ilmuwan yang Meresahkan

Eskridge secara konsisten merasa bahwa tekanan terhadap pekerjaannya semakin meningkat, seiring dengan kemajuan riset yang ia capai.

"Saya harus mempublikasikannya karena keadaannya hanya akan memburuk sampai saya mempublikasikannya," jelasnya sembari menyebutkan bahwa situasi saat itu "menjadi semakin agresif."

Dalam berbagai presentasi, ia sering menyinggung adanya pola di mana para peneliti teknologi inkonvensional kerap menghadapi tekanan untuk memindahkan pekerjaan mereka keluar dari ranah publik.

Ia mengamati, ilmuwan yang melaporkan terobosan besar cenderung "menghilang" atau tiba-tiba berhenti mempublikasikan karya mereka.

Nama Amy Eskridge kini bersanding dengan sederet nama ilmuwan lain yang kematian atau hilangnya dianggap janggal, termasuk pensiunan Mayor Jenderal Angkatan Udara William "Neil" McCasland, ilmuwan NASA Monica Jacinto Reza, kontraktor Steven Garcia, hingga fisikawan MIT Nuno Loureiro.

Load More