- Sebanyak 11 ilmuwan nuklir dan militer Amerika Serikat dilaporkan meninggal atau hilang secara misterius dalam situasi tidak wajar.
- Presiden Donald Trump memerintahkan penyelidikan menyeluruh oleh Gedung Putih dan FBI untuk mengungkap kebenaran di balik fenomena tersebut.
- Investigasi difokuskan pada pola kematian ilmuwan, termasuk kasus Amy Eskridge yang sempat menerima ancaman terkait penelitian teknologi antigravitasi.
Eskridge bukan sekadar peneliti biasa. Ia adalah pendiri Institute for Exotic Science, dan mendedikasikan karirnya pada konsep propulsi eksperimental, termasuk penelitian yang ia sebut sebagai teknologi "antigravitasi".
Sebelum kematiannya, Eskridge sempat mengungkapkan adanya tekanan besar yang ia terima akibat riset radikalnya tersebut.
Dalam sebuah wawancara tahun 2020 dengan YouTuber Jeremy Rys, Eskridge memberikan pengakuan yang kini terdengar sangat mencekam.
"Kami menemukan antigravitasi, dan hidup kami menjadi (berantakan) dan orang-orang mulai menyabotase kami," ungkapnya kala itu.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya mengalami tekanan berupa "pelecehan, ancaman. Itu sangat mengerikan."
Pernyataan Eskridge seolah memberikan peringatan akan risiko yang dihadapi ilmuwan yang berani mempublikasikan penemuan sensitif.
"Jika Anda menunjukkan diri Anda di publik, setidaknya seseorang akan menyadari jika kepala Anda dipenggal," tuturnya dalam wawancara yang sama.
Ia juga sempat mengutarakan kekhawatirannya jika melakukan penelitian secara tertutup tanpa pengawasan publik.
"Jika Anda menunjukkan diri Anda secara tertutup, mereka akan mengubur Anda. Mereka akan membakar rumah Anda saat Anda sedang tidur di tempat tidur, dan itu bahkan tidak akan masuk berita," tambah Eskridge.
Baca Juga: Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng
Pola Kematian Ilmuwan yang Meresahkan
Eskridge secara konsisten merasa bahwa tekanan terhadap pekerjaannya semakin meningkat, seiring dengan kemajuan riset yang ia capai.
"Saya harus mempublikasikannya karena keadaannya hanya akan memburuk sampai saya mempublikasikannya," jelasnya sembari menyebutkan bahwa situasi saat itu "menjadi semakin agresif."
Dalam berbagai presentasi, ia sering menyinggung adanya pola di mana para peneliti teknologi inkonvensional kerap menghadapi tekanan untuk memindahkan pekerjaan mereka keluar dari ranah publik.
Ia mengamati, ilmuwan yang melaporkan terobosan besar cenderung "menghilang" atau tiba-tiba berhenti mempublikasikan karya mereka.
Nama Amy Eskridge kini bersanding dengan sederet nama ilmuwan lain yang kematian atau hilangnya dianggap janggal, termasuk pensiunan Mayor Jenderal Angkatan Udara William "Neil" McCasland, ilmuwan NASA Monica Jacinto Reza, kontraktor Steven Garcia, hingga fisikawan MIT Nuno Loureiro.
Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) dari Departemen Energi AS menyatakan, tengah menyelidiki laporan-laporan terkait karyawan di laboratorium dan lokasi kerja mereka.
"NNSA menyadari laporan terkait karyawan di laboratorium, pabrik, dan lokasi kami dan sedang mendalami masalah ini," tulis pernyataan resmi departemen tersebut.
Meskipun saat ini belum ada bukti publik yang secara langsung menghubungkan kematian Eskridge dengan kasus-kasus lainnya, tumpang tindih waktu dan keterkaitan para individu ini dengan bidang penelitian tingkat tinggi telah memicu spekulasi luas di kalangan komunitas teknologi alternatif.
Investigasi FBI dan Gedung Putih diharapkan dapat mengungkap apakah kematian para jenius ini merupakan rangkaian peristiwa kebetulan atau sebuah skema terencana yang lebih gelap.
Berita Terkait
-
Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng
-
Gebrakan Baru Donald Trump: Pentagon Bakal Buka-bukaan Soal Alien dan UFO
-
Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan
-
Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut
-
Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BRI Wellness Experience 2026 Hadirkan Festival Wellness Terbesar di Jakarta, Pakai Lokasi Hutan Kota
-
Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience
-
BRI Wellness Experience Angkat Potensi Sports and Wellness Tourism Indonesia
-
Bahlil Ungkap Alasan IAS Jadi Calon Tunggal, Sekaligus Singgung Appi yang Absen
-
Cekcok Dua Anggota DPRD Riau Berujung Bentrok, Golkar Pusat Minta Maaf
-
Bedak Tabur Viva Face Powder untuk Kulit Sawo Matang No Berapa? Ini Pilihan Shade yang Paling Cocok
-
Bahlil soal Antrean BBM di Sumatera: Bukan Minyak Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
-
Kematian Dokter PPDS di Siak Masih Misteri, 4 Orang Diperiksa
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi