- Jusuf Kalla dilaporkan sejumlah organisasi ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026 atas dugaan penistaan agama.
- JK menduga laporan polisi tersebut merupakan respons atas langkah hukum yang ia ambil terhadap Rismon Sianipar sebelumnya.
- JK membantah terlibat pendanaan isu ijazah Presiden Jokowi dan menegaskan sikap netralnya untuk menjaga kebaikan bangsa Indonesia.
Suara.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menduga adanya kaitan antara laporan polisi terhadap dirinya dengan langkah hukum yang ia ambil sebelumnya terhadap Rismon Sianipar.
Ia menilai laporan dugaan penistaan agama tersebut muncul sebagai reaksi setelah dirinya memperkarakan Rismon.
"Saya tidak menuduh politik, tetapi ini kenyataannya bahwa ini (laporan terhadap saya) timbul setelah saya mengadukan Rismon," ujar JK dalam konferensi pers di kediamannya di Kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, JK juga menyinggung kegaduhan di tengah masyarakat terkait isu ijazah Presiden Joko Widodo yang sudah berlangsung selama dua tahun.
Sebagai sosok yang pernah mendampingi Jokowi sebagai Wakil Presiden, JK memberikan nasihat agar persoalan tersebut segera diakhiri dengan transparansi.
"Sudahlah Pak Jokowi, kasih lihat saja ijazahnya. Itu saja. Kenapa sih? Dan saya lihat itu asli, kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi sendiri, saling memaki selama dua tahun," tutur JK.
JK menegaskan, hubungannya dengan Jokowi tetap berlandaskan rasa hormat. Sebagai senior, ia merasa perlu memberikan masukan demi kebaikan bangsa.
"Saya lebih tua dari dia. Sebagai yang lebih senior, saya nasihati. Saya tidak lawan Pak Jokowi, tidak," tegasnya.
JK juga mengklarifikasi isu yang menyebut dirinya terlibat atau mendanai pihak-pihak tertentu terkait masalah ijazah Jokowi.
Baca Juga: Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!
Ia secara tegas membantah telah memberikan uang sebesar Rp5 miliar kepada Rismon Sianipar, bahkan mengaku tidak mengenal sosok tersebut.
"Dituduhlah saya kasih Rp5 miliar. Mana saya kasih Rp5 miliar? Ketemu saja tidak tahu saya, kenal pun tidak," kata JK.
Ia mengungkapkan bahwa Rismon melalui perantaranya sempat mencoba menemui dirinya bersama tujuh orang lainnya, namun permintaan itu ditolak mentah-mentah.
Tidak hanya Rismon, JK juga mengaku menolak bertemu dengan pakar telematika Roy Suryo demi menjaga posisi netralnya.
"Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang, saya tidak terima. Roy Suryo mau ketemu, saya tolak. Demi saya mau netral. Dia mau bawa buku ke saya, saya tolak. Saya tidak mau campur urusan itu," ungkap JK.
JK menilai berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya, mulai dari penistaan agama hingga pendanaan isu ijazah, merupakan upaya pengalihan isu semata.
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!
-
Ramai Gosip Istri Ahmad Sahroni Selingkuh dengan Musisi Terkenal, Pengalihan Isu BBM?
-
5 HP Tecno dengan RAM Paling Jumbo, Cocok untuk Jangka Panjang Mulai Rp2 Jutaan
-
Gaet Anderson .Paak, Taeyong NCT Rayakan Kesuksesan di Lagu Solo Rock Solid
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Bukan Sekadar Anak Kiai, Indah Permatasari Ungkap Sisi Pemberontak di Film Ibadah dan Cinta
-
Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani
-
Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut
-
Literasi Digital: Keterampilan Baru yang Wajib Dimiliki Siswa
-
4 Fakta Situasi Terkini Mees Hilgers, Pelatih Sudah Angkat Tangan
-
Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya
-
Di Balik Jendela KRL: Pelajaran yang Tak Pernah Diajarkan Dosenku di Dalam Kelas
-
Tarif Lepas WNI Rp5 Juta, Harusnya Fokus Kenapa Banyak Warga yang Ingin Lepas Kewarganegaraan
-
Apakah Setelah Pakai Viva Milk Cleanser Perlu Cuci Muka? Ini Panduan yang Benar
-
Dear Pemerintah, Kenapa Tidak Maksimalkan Program yang Sudah Ada?