- Jusuf Kalla menasihati Jokowi agar menunjukkan ijazah asli guna mengakhiri polemik yang memicu pembelahan sosial di masyarakat.
- JK menegaskan posisi netral dengan menolak pertemuan pihak yang berseberangan demi menjaga objektivitas terkait isu keaslian ijazah.
- JK melaporkan Rismon Hasiholan ke Mabes Polri pada 8 April 2026 sebagai langkah menertibkan narasi yang melibatkan namanya.
Suara.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan nasihat kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, terkait polemik keaslian ijazah yang terus bergulir di tengah masyarakat.
JK menekankan bahwa langkahnya memberikan nasihat tersebut didasari oleh posisi dirinya sebagai sosok yang lebih senior secara usia maupun pengalaman politik dibandingkan dengan Jokowi.
Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Sabtu (18/4/2026) kemarin, JK menjelaskan alasannya mengambil sikap untuk ikut campur dalam persoalan ini.
Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan masukan kepada mantan pasangannya di pemerintahan periode 2014-2019 tersebut.
"Saya lebih tua dari dia. Jadi, sebagai orang yang lebih senior, saya nasihati," ujar JK, sapaan akrabnya, saat memberikan keterangan kepada awak media.
Keprihatinan JK Atas Konflik di Masyarakat
Fokus dari nasihat yang disampaikan Jusuf Kalla adalah mengenai dampak sosial yang ditimbulkan dari isu ijazah ini.
Menurut JK, perdebatan mengenai asli atau tidaknya dokumen pendidikan milik Jokowi telah menciptakan pembelahan yang tajam di tingkat akar rumput.
Ia melihat adanya ketegangan yang tidak perlu di antara warga negara yang seharusnya bisa dihindari jika ada langkah transparansi yang diambil sejak awal.
Baca Juga: Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik
JK mengaku merasa perlu menasihati karena memandang masyarakat telah terjebak dalam pertikaian yang berlarut-larut selama dua tahun terakhir.
Ia mempertanyakan mengapa opsi paling sederhana, yakni menunjukkan bukti fisik ijazah tersebut ke publik, tidak segera dilakukan oleh pihak istana atau Jokowi sendiri.
"Kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi sendiri, saling memaki masyarakat, dua tahun," katanya.
Menjaga Netralitas di Tengah Pusaran Roy Suryo dan Rismon
Meskipun memberikan nasihat kepada Jokowi, Jusuf Kalla menegaskan bahwa dirinya tetap berada dalam posisi yang netral dalam menanggapi polemik ini.
Ia tidak ingin dianggap memihak kepada kelompok-kelompok yang selama ini vokal mempertanyakan keabsahan ijazah tersebut, seperti Rismon Hasiholan Sianipar maupun pakar telematika Roy Suryo.
Berita Terkait
-
Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik
-
Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Tenggak Miras di Pinggir Jalan, Sekelompok Pemuda di Jaktim Diamankan saat Diduga Siap Tawuran
-
JK Murka Dituduh Jadi Bohir Kasus Ijazah Jokowi: Mana Saya Kasih Rp 5 Miliar?
-
Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?
-
Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK
-
Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik
-
BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan
-
Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya
-
Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok
-
Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung