News / Nasional
Minggu, 19 April 2026 | 13:15 WIB
Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla atau JK. [Suara.com/Tim Media JK]
Baca 10 detik
  • Jusuf Kalla menasihati Jokowi agar menunjukkan ijazah asli guna mengakhiri polemik yang memicu pembelahan sosial di masyarakat.
  • JK menegaskan posisi netral dengan menolak pertemuan pihak yang berseberangan demi menjaga objektivitas terkait isu keaslian ijazah.
  • JK melaporkan Rismon Hasiholan ke Mabes Polri pada 8 April 2026 sebagai langkah menertibkan narasi yang melibatkan namanya.

Ketegasan sikap netral ini ditunjukkan JK dengan menolak permintaan pertemuan dari pihak-pihak yang berseberangan dengan Jokowi dalam isu ijazah.

Ia tidak ingin kehadirannya disalahartikan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan yang menyudutkan mantan presiden tersebut.

"Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang, saya tidak terima. Roy Suryo mau ketemu, saya tolak. Demi saya mau netral," ujarnya menjelaskan batasan komunikasi yang ia bangun.

Dalam kesempatan yang sama, Jusuf Kalla juga menyinggung kedekatan emosional dan sejarah panjangnya dengan Jokowi.

JK mengingatkan publik bahwa hubungan baik mereka sudah terjalin jauh sebelum Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta maupun Presiden RI.

JK mengklaim memiliki peran signifikan dalam perjalanan karier politik Jokowi di tingkat nasional.

"Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta," katanya mengenang masa-masa awal kemunculan Jokowi di kancah politik ibu kota.

Lebih lanjut, JK menekankan bahwa dirinya adalah salah satu orang yang memberikan dukungan penuh saat Jokowi mulai merintis jalan menuju kepemimpinan nasional.

Ia bahkan merujuk pada dokumentasi lama yang memperlihatkan kebersamaan mereka di masa lalu sebagai bukti komitmen dukungannya.

Baca Juga: Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

"Saya yang bantu Jokowi. Tanya sama beliau. Kasih lihat foto ini. Itu masih pakai baju kotak-kotaknya. Janganlah macam-macam begitu," lanjut JK.

Upaya Hukum dan Harapan Pengakhiran Polemik

Langkah JK memberikan keterangan terkait ijazah Jokowi ini dilakukan usai dirinya melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar ke Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada 8 April 2026.

Laporan tersebut menjadi bagian dari upaya JK untuk menertibkan narasi-narasi yang dianggapnya sudah melampaui batas dan melibatkan namanya secara tidak tepat.

Pada saat pelaporan tersebut, JK kembali menegaskan inti dari nasihatnya kepada Jokowi.

Ia percaya bahwa solusi tercepat dan paling efektif untuk menghentikan kegaduhan nasional ini ada di tangan Jokowi sendiri.

Load More