-
WNI berusia 24 tahun tewas dengan 14 luka tusuk di apartemennya di Jerman.
-
Polisi menahan tetangga kos korban sebagai tersangka utama dalam kasus dugaan pembunuhan.
-
Keluarga menuntut keadilan transparan dalam persidangan di Jerman enam bulan ke depan.
“Untuk motif saat ini belum diketahui, tetapi polisi sudah menetapkan tersangka, yaitu tetangga kos dari korban yang tinggal di lantai satu,” ujar Kevin Gunawan selaku kerabat korban.
Herryanto selaku ayah korban dengan tegas menolak narasi bahwa anaknya terlibat dalam pertengkaran hebat.
Ia meyakini bahwa Isaac kemungkinan besar hanya melakukan upaya pembelaan diri saat diserang secara tiba-tiba.
“Bagi kami itu bukan pertengkaran. Anak saya orangnya tidak suka berdebat. Kemungkinan besar dia hanya membela diri,” ujar Herryanto.
Keluarga menilai ada ketidakjujuran dalam kronologi yang disampaikan oleh pihak tersangka kepada pihak berwajib.
Kejanggalan ini diharapkan dapat terurai saat proses persidangan resmi digelar oleh pengadilan di Kota Koblenz.
Pendampingan Hukum dari KJRI Frankfurt
Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt bergerak cepat melakukan koordinasi dengan kepolisian Jerman sejak laporan masuk.
Oktavia Maludin menjelaskan bahwa informasi awal diterima pada 18 Maret 2026 terkait adanya dugaan pembunuhan WNI.
Baca Juga: Pelaku Tangkap Terduga Pembunuh Wanita Paruh Baya di Tangsel, Ternyata Mantan Suami
“Kepolisian Koblenz awalnya menghubungi KBRI Berlin, lalu dialihkan ke kami karena wilayah tersebut masuk yurisdiksi KJRI Frankfurt,” kata Oktavia Maludin.
Langkah diplomatik diambil untuk memastikan hak-hak hukum korban terpenuhi selama proses investigasi berlangsung di Jerman.
Hingga kini otoritas Jerman diklaim sangat kooperatif dalam memberikan pembaruan informasi kepada pihak perwakilan Indonesia.
Jenazah korban telah berhasil dipulangkan ke tanah air dan dimakamkan di Indonesia pada akhir Maret lalu.
Pihak perwakilan RI menyampaikan rasa duka mendalam karena peristiwa pilu ini terjadi menjelang hari raya.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Sangat sulit menyampaikan kabar ini kepada keluarga, apalagi kejadiannya menjelang Idulfitri,” tutur Oktavia.
Keluarga korban kini memiliki hak untuk menjadi penuntut tambahan dalam sistem hukum pidana di Jerman.
Dukungan penuh diberikan agar fakta-fakta yang disembunyikan tersangka dapat terungkap secara transparan di muka hukum.
Kejadian bermula pada Rabu malam saat Isaac berpamitan untuk memasak di dapur bersama apartemennya.
Komunikasi terakhir dengan kekasihnya terputus secara tiba-tiba dan menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi kerabat.
Polisi Jerman mengategorikan kasus ini sebagai dugaan pembunuhan tanpa perencanaan yang kini ditangani Kejaksaan Koblenz.
Proses persidangan diperkirakan baru akan dimulai pada akhir tahun 2026 atau awal tahun depan.
Keluarga berharap kejujuran pelaku akan menjadi kunci utama dalam mengungkap motif sebenarnya dari penyerangan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur