News / Nasional
Senin, 20 April 2026 | 12:14 WIB
Profil Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. (dok. ist)
Baca 10 detik
  • Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, tewas akibat penikaman oleh orang tidak dikenal di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).
  • Polres Maluku Tenggara berhasil menangkap dua terduga pelaku berinisial HR dan FU dua jam setelah insiden penikaman tersebut terjadi.
  • Nus Kei sedang berkunjung ke Maluku Tenggara untuk menghadiri agenda Musyawarah Daerah Partai Golkar yang dijadwalkan pada 22 April 2026.

Suara.com - Dunia politik dan sosial di Maluku Tenggara berduka. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, tewas dalam insiden penikaman tragis di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026) siang.

Peristiwa terjadi tak lama setelah Nus Kei mendarat. Ia diserang oleh orang tak dikenal (OTK) di area pintu keluar bandara. Meski sempat dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun, luka tusukan yang dideritanya terlalu parah sehingga nyawanya tidak tertolong.

Kepolisian bergerak cepat. Dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian, dua terduga pelaku berhasil diamankan. Keduanya berinisial HR (28) dan FU (36).

“Petugas dengan dipimpin langsung Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi menangkap dua terduga pelaku dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian. Keduanya masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36),” ujar Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, seperti dikutip dari Antara, Senin (20/4/2026).

Hingga kini, motif penikaman terhadap politisi senior tersebut masih dalam penyelidikan Polres Maluku Tenggara.

Nus Kei bukan sosok asing. Di balik citranya yang kerap dikaitkan dengan kontroversi di ibu kota, ia merupakan tokoh berpengaruh dari Kepulauan Kei dan figur penting di Partai Golkar.

Pemilik gelar Doktorandus (Drs.) ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara hingga akhir hayatnya. Dedikasinya terhadap partai cukup kuat. Ia bahkan sempat mengantongi surat tugas dari DPP Golkar untuk maju sebagai bakal calon Bupati Maluku Tenggara periode 2024–2029.

Jejak politiknya juga berlanjut ke keluarga. Putrinya, Desly Claudya Rumatora, aktif di Partai Golkar dan pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara.

Kedatangan Nus Kei ke Maluku Tenggara saat itu diketahui untuk menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026.

Baca Juga: Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

Namanya juga sempat menjadi perhatian nasional karena hubungan kekerabatan dengan John Refra Kei alias John Kei. Nus Kei beberapa kali menegaskan bahwa keduanya memiliki hubungan sebagai paman dan keponakan.

Namun, relasi tersebut tidak selalu berjalan mulus. Keduanya pernah terlibat dalam sejumlah konflik besar yang mencuat ke publik.

Pada insiden di klub malam Blowfish Jakarta tahun 2010, Nus Kei dilaporkan berada di lokasi saat terjadi keributan. Ia sempat menjadi korban pemukulan yang kemudian memicu bentrokan hingga menewaskan dua anggota kelompok John Kei.

Konflik kembali mencuat dalam tragedi Green Lake City tahun 2020. Saat itu, kelompok John Kei menyerang kediaman Nus Kei di Cluster Australia, Tangerang. Insiden tersebut dipicu sengketa lahan dan persoalan pembagian hasil penjualan tanah. Nus Kei selamat, namun salah satu anak buahnya tewas.

Meski kerap dikaitkan dengan dinamika kelompok di Jakarta, di tanah kelahirannya Nus Kei dikenal sebagai tokoh yang dihormati. Ia dianggap memiliki pengaruh besar dalam menjaga keseimbangan sosial masyarakat Kei.

Reporter: Tsabita Aulia
 

Load More