News / Internasional
Senin, 20 April 2026 | 12:24 WIB
Ilustrasi kekuatan militer Iran. [freepik]
Baca 10 detik
  • Militer Amerika Serikat menyerang dan menyita kapal kargo Iran, Touska, di Teluk Oman pada Senin, 20 April 2026.
  • Insiden terjadi di Selat Hormuz yang memicu ketegangan baru setelah kedua belah pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.
  • Pihak militer Iran secara resmi bersumpah akan melancarkan aksi pembalasan tegas atas tindakan blokade dan pembajakan tersebut.

Suara.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah insiden panas antara militer Amerika Serikat dan Iran.

Aksi agresif kapal perang AS memicu reaksi keras dari Teheran, yang tak segan melontarkan ancaman balasan tegas.

Tak tanggung-tanggng, ,iliter Iran bersumpah akan membalas setelah sebuah kapal perusak AS menembaki kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman yang mencoba menghindari blokade angkatan laut AS.

"Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera membalas dan melakukan pembalasan terhadap pembajakan bersenjata ini dan militer AS," kata juru bicara pusat komando militer, Khatam Al-Anbiya, seperti dikutip oleh kantor berita ISNA, Senin (20/4/2026).

Ia menuduh Amerika Serikat telah "melanggar gencatan senjata" yang telah berlaku sejak 8 April.

Kapal dagang Iran Touska disita militer Amerika Serikat di Teluk Oman. (Dok. Aljazeera)

Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu memposting di Truth Social bahwa setelah kapal Iran, Touska, mengabaikan peringatan untuk berhenti, kapal perusak rudal berpemandu USS Spruance "menghentikan mereka tepat di jalur mereka dengan membuat lubang di ruang mesin".

"Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut," tambah presiden AS, "dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!"

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital bagi minyak dan gas alam cair dunia, yang praktis tertutup sejak dimulainya perang AS-Israel dengan Iran tujuh minggu lalu.

Iran sempat membuka kembali selat tersebut pada hari Jumat sebagai pengakuan atas gencatan senjata Israel-Hezbollah di Lebanon, tetapi menutupnya kembali pada hari berikutnya sebagai tanggapan atas tindakan Amerika Serikat yang mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar ke dan dari pelabuhan Iran.

Baca Juga: Penembakan Massal di AS Ternyata Dipicu Konflik Rumah Tangga

Dalam unggahan sebelumnya pada hari Minggu, Trump menuduh Teheran melanggar gencatan senjata, yang berakhir pada hari Rabu, dengan melancarkan serangan pada hari Sabtu di jalur pelayaran vital tersebut.

Sumber: This Is Beirut

Load More