News / Internasional
Senin, 20 April 2026 | 11:22 WIB
Ilustrasi penembakan. [Ist]
Baca 10 detik
  • Shamar Elkins melakukan penembakan massal di Shreveport, Louisiana, pada Minggu pagi yang menewaskan delapan orang anak.
  • Pelaku melukai dua wanita dewasa serta menewaskan tujuh anak kandungnya akibat konflik rumah tangga dan proses perpisahan.
  • Aparat kepolisian menembak mati pelaku di Bossier City setelah ia melarikan diri dari lokasi kejadian perkara.

Suara.com - Penembakan massal terjadi di kawasan Shreveport, Louisiana, Amerika Serikat. Pelaku yang diketahui mantan tentara AS, Shamar Elkins melakukan aksi kejinya dan menewaskan 8 orang anak.

Tragisnya, 7 korban merupakan anak kandung dari pelaku. Peristiwa berdarah ini terjadi pada Minggu (19/4) pagi waktu setempat.

Korban terdiri dari lima anak perempuan dan tiga anak laki-laki yang sebagian besar masih berusia di bawah 12 tahun.

Dilansir dari NY Post, polisi menyebut pelaku melakukan aksi penembakan di beberapa lokasi setelah terlibat pertengkaran dengan istrinya.

“Sebagian besar korban ditemukan tewas saat berada di dalam rumah,” ujar juru bicara kepolisian setempat.

Selain menewaskan anak-anak, pelaku juga melukai dua perempuan yang merupakan ibu dari para korban.

Penembakan massal terjadi di kawasan Shreveport, Louisiana, Amerika Serikat. Pelaku yang diketahui mantan tentara AS, Shamar Elkins melakukan aksi kejinya dan menewaskan 8 orang anak. [Istimewa]

Kedua korban luka kini dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Pelaku kemudian melarikan diri sebelum akhirnya dikejar aparat hingga ke wilayah Bossier City. Polisi menembak mati Elkins untuk menghentikan aksinya.

Motif sementara diduga berkaitan dengan konflik rumah tangga yang tengah berlangsung, termasuk proses perpisahan dengan istrinya.

Baca Juga: Kapal Perang AS Mondar-mandir di Dekat Perairan Indonesia, Mau Apa?

Beberapa jam sebelum penembakan, Elkins sempat mengunggah foto bersama salah satu anaknya dengan keterangan santai.

Dua pekan sebelumnya, pelaku juga membagikan foto bersama tujuh anaknya saat menghadiri ibadah Paskah.

Namun, jejak digital lain menunjukkan indikasi gangguan emosional.

Dalam unggahan berbeda, Elkins sempat menuliskan doa agar mampu mengendalikan pikiran, kemarahan, dan depresi.

Pada 2019, pelaku pernah ditangkap karena penggunaan senjata ilegal setelah melepaskan tembakan di dekat sekolah.

Load More