- Kejaksaan Agung menyediakan kanal Jaga Desa agar masyarakat melaporkan penyimpangan program Makan Bergizi Gratis melalui bukti digital.
- Aplikasi Jaga Desa terintegrasi dengan sistem keuangan desa guna memantau aliran dana serta memastikan transparansi anggaran negara.
- Kejaksaan berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional untuk menindak tegas sekolah atau penyedia layanan yang menyajikan makanan tidak layak.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengajak masyarakat untuk melaporkan penyimpangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui aplikasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa).
Melalui kanal digital tersebut, penerima manfaat dapat mengirimkan bukti berupa foto atau video jika makanan basi atau tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel), Reda Manthovani mengatakan partisipasi aktif guru dan murid sangat diperlukan untuk memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara di tingkat desa.
“Ada link diberikan kepada penerima manfaat. Penerima manfaat itu guru-murid. Di link itu mereka mengisi video atau foto dari produk tersebut. Kalau memang basi, sudah, bilang basi. ‘Wah, ini kurang dari Rp10 ribu,’ kira-kira, ‘Cuma nasi sama kentang doang,’ foto,” ujar Reda dalam acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Minggu (19/4/2026) malam.
Reda memaparkan, aplikasi Jaga Desa telah terintegrasi dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Integrasi ini memungkinkan intelijen kejaksaan melakukan pemantauan aliran dana secara lebih presisi.
Selain itu, Kejagung berkolaborasi dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (Abpednas) untuk memverifikasi laporan masyarakat langsung di lapangan.
Skema pengawasan ini telah mulai diimplementasikan, salah satunya di Pacitan, Jawa Timur.
Berdasarkan laporan warga terkait kualitas makanan yang buruk, Kejaksaan telah memberikan peringatan kepada pihak sekolah serta melaporkan temuan tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kita langsung ingatkan kepada sekolahnya maupun kita laporkan juga kepada BGN untuk kasih sanksi ke SPPG. Sanksinya bisa, pertama, mungkin teguran. Kalau itu bisa juga di-suspend (ditangguhkan),” ungkap Reda.
Baca Juga: 49 Siswa di Cilegon Diduga Keracunan MBG, Polisi Telusuri Sisa Makanan Hingga Darah Korban
Saat ini, aplikasi Jaga Desa telah diterapkan secara bertahap di sebagian besar desa di Pulau Jawa, dan tautan pelaporan telah diserahkan secara luas ke berbagai wilayah.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyambut baik inisiatif pengawasan digital ini.
Ia menyebutkan bahwa 93 persen anggaran BGN untuk program MBG dialokasikan langsung ke rekening virtual (virtual account) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di pedesaan.
"Dengan kerja sama BGN dengan Kejaksaan Agung, saya kira pengawasan terkait dengan pemanfaatan dana di virtual account di setiap SPPG akan semakin intens," pungkas Dadan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
Terkini
-
Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI, Publik Tuntut Pelaku di-DO
-
JPU Tolak 3 Bos Google Jadi Saksi Nadiem, Ini Alasannya
-
Kasus Ketamin Melonjak 300 Persen, BPOM Siapkan Gerakan Nasional Lawan Penyalahgunaan Obat
-
Maling Bobol Plafon Toko Vape di Ciracas, Pemilik Rugi Puluhan Juta
-
Lebanon Berada di Ambang Kolaps Medis Usai Serangan Brutal Israel Hancurkan Infrastruktur Vital
-
7 Fakta Pilu Bocah 4 Tahun di Kediri Tewas Dianiaya Nenek: Pendarahan Ginjal Hingga Alibi Bohong!
-
Kubu Nadiem Hadirkan 3 Petinggi Google dari Singapura sebagai Saksi di Sidang Kasus Chromebook
-
Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang
-
Noel Sebut Irvian Bobby Tak Layak Jadi Saksi Mahkota: Perannya Paling Berat, Harus Dihukum Mati!
-
3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman