News / Internasional
Senin, 20 April 2026 | 14:47 WIB
Aksi saling serang di wilayah perairan Teluk Oman kembali memanas setelah militer Iran meluncurkan kawanan drone ke arah armada Amerika Serikat. (Al Jazeera)
Baca 10 detik
  • Iran menyerang kapal Amerika Serikat dengan drone sebagai aksi balasan penyitaan kapal TOUSKA.

  • Amerika Serikat mengklaim kapal kargo Iran tersebut mencoba melanggar blokade laut internasional.

  • Insiden ini secara resmi mengakhiri gencatan senjata dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan.

“Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini,” tegas Zolfaghari.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan secara resmi keberhasilan operasi pencegatan kapal Iran tersebut kepada publik.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memberikan klarifikasi bahwa kapal USS Spruance dikerahkan untuk menghentikan kapal kargo yang dicurigai tersebut.

Menurut klaim pihak Amerika Serikat, kapal TOUSKA berupaya menerobos barisan blokade angkatan laut yang sedang diterapkan di Teluk Oman.

Untuk memperkuat argumen mereka, CENTCOM merilis bukti visual berupa rekaman video melalui platform media sosial X yang menunjukkan proses peringatan.

Dalam video itu terlihat kapal perang Amerika memberikan peringatan keras sebelum akhirnya melepaskan tembakan ke arah kapal kargo berbendera Iran.

Nasib Kapal Kargo Dan Personel Iran

Hingga saat ini, kapal TOUSKA beserta seluruh muatannya dilaporkan masih berada dalam penguasaan penuh pasukan Marinir Amerika Serikat secara paksa.

Teheran menganggap penahanan aset sipil mereka sebagai bentuk agresi yang melanggar kedaulatan nasional dan mencederai kesepakatan internasional yang ada.

Baca Juga: 3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman

Fars News Agency menyebutkan bahwa tindakan sabotase navigasi yang dilakukan Amerika Serikat membahayakan keselamatan awak kapal di perairan internasional.

Iran juga telah melayangkan protes keras dan memperingatkan bahwa serangan balasan yang lebih masif bisa terjadi dalam waktu dekat.

Situasi di lapangan kini semakin tak menentu seiring dengan meningkatnya intensitas patroli militer dari kedua belah pihak di sekitar Teluk Oman.

Ketegangan terbaru ini muncul di tengah masa gencatan senjata dua minggu yang sebenarnya telah berlaku sejak tanggal 7 April lalu.

Kesepakatan damai yang dimediasi oleh Pakistan tersebut awalnya diharapkan mampu meredam gesekan antara armada Teheran dan Washington di laut.

Namun, penyitaan kapal TOUSKA yang diikuti serangan drone balasan kini menghancurkan harapan stabilitas keamanan jangka panjang di koridor maritim tersebut.

Load More