- Pemerintah Iran mencatat 3.375 korban jiwa akibat konflik bersenjata melawan Amerika Serikat dan Israel selama 40 hari.
- Serangan udara di berbagai wilayah Iran menyebabkan kerusakan luas serta menewaskan banyak warga sipil dan anak-anak.
- Presiden Donald Trump menawarkan perundingan di Pakistan, namun Iran menolak karena masih adanya blokade laut ilegal.
Sebelumnya, perundingan putaran pertama yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance berakhir tanpa kesepakatan.
Dalam pernyataannya, Trump juga melontarkan ancaman keras kepada Iran jika menolak tawaran AS.
“Kami menawarkan kesepakatan yang adil. Jika tidak diterima, Amerika Serikat akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran,” tulis Trump di akun media sosial miliknya seperti dilansir dari Aljazeera.
Namun, respons Teheran justru berseberangan. Pemerintah Iran melalui media resminya menyatakan belum ada keputusan untuk mengirim delegasi ke Pakistan selama blokade laut oleh AS masih berlangsung.
Iran bahkan disebut tengah mempertimbangkan menolak rencana perundingan tersebut.
Mereka menilai tuntutan Washington berlebihan, tidak realistis, serta berubah-ubah, ditambah keberlanjutan blokade laut yang dianggap melanggar gencatan senjata.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut blokade AS sebagai tindakan ilegal.
“Ini pelanggaran gencatan senjata dan tindakan kriminal yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegasnya.
Baca Juga: Iran Balas Dendam Tembak Kapal Amerika Serikat Setelah Kapal Kargonya Dicegat di Teluk Oman
Berita Terkait
-
Iran Balas Dendam Tembak Kapal Amerika Serikat Setelah Kapal Kargonya Dicegat di Teluk Oman
-
Orang Dekat Donald Trump Pastikan Selat Hormuz Tidak Bakal Dibuka Sampai Ini Terjadi
-
Ribuan Pelaut Terjebak Akibat Selat Hormuz Ditutup Lagi, Mulai Stres dan Frustrasi
-
Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang
-
3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur