Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sigi yang telah terlibat aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan program Sekolah Rakyat.
Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul usai menghadiri acara dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden bersama Pemda dan pilar-pilar sosial di Ruang Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, serta pejabat terkait lainnya.
"Saya berterima kasih dengan Pak Gubernur Sulawesi Tengah beserta Bupati Sigi yang selama ini gigih mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan," kata Gus Ipul.
Gus Ipul hadir di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah sekira pukul 10.52 WITA, disambut oleh berbagai penampilan dari siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi dan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 20 Palu.
Para siswa tampak semangat membawakan masing-masing penampilan, mulai dari yel-yel, tari tradisional, pidato Bahasa Inggris dan Arab, paduan suara dan puisi.
Pada kesempatan ini, guru Sekolah Rakyat juga menampilkan kemampuan sebagai pengajar, dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama siswa Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menyampaikan selama kurang lebih dua semester Sekolah Rakyat terselenggara, sudah tampak perubahan ke arah yang lebih baik dari para siswa, mulai dari lebih optimis, dan rasa percaya diri meningkat.
"Kita lihat perkembangan siswa-siswanya ya. Kita terharu mereka optimis, mereka punya rasa percaya diri yang luar biasa dan penting mereka tetap bangga sama orang tuanya, bangga sama keluarganya," imbuhnya.
Gus Ipul menambahkan bahwa bahkan siswa berkomitmen untuk memanfaatkan kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat agar mereka bisa jadi generasi tangguh, kuat, sukses dan menjadi bagian dari Indonesia Emas tahun 2045.
Baca Juga: Calon Siswa Sekolah Rakyat Menangis di Pelukan Seskab Teddy: Saya Mau Sekolah, Pak
Sebagai informasi, saat ini di Sulawesi Tengah sedang dibangun beberapa titik Sekolah Rakyat permanen di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Buol, dan Kabupaten Tojo Una-una.
"Kita harapkan sesuai target presiden, setiap kabupaten kota sekurang-kurangnya memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat dan juga untuk tingkat provinsi minimal dua sampai tiga sampai empat tergantung kebutuhannya nanti," kata Gus Ipul.
Harapannya semakin banyak Sekolah Rakyat yang berhasil dibangun dan terselenggara, lebih banyak anak dari keluarga-keluarga yang tidak mampu, dapat memperoleh pendidikan berkualitas.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan disamping empat titik Sekolah Rakyat permanen yang telah diusulkan, lokasi lainnya sedang dalam proses pengusulan.
"Menyusul yang kabupaten lain sementara mempersiapkan lahan. Insya Allah segera kita usulkan ke Pak Menteri kalau sudah lengkap tanahnya. Kita akan selesai bangunannya ini nanti akan ada seribu siswa terintegrasi yang ada di dalam sekolah rakyat tersebut," kata Anwar.
Disamping berkolaborasi di program Sekolah Rakyat, Kemensos dan Pemprov Sulteng juga terus memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui pemutakhiran data mulai dari tingkat daerah.
Berita Terkait
-
Calon Siswa Sekolah Rakyat Menangis di Pelukan Seskab Teddy: Saya Mau Sekolah, Pak
-
Sepatu Sekolah Rakyat Merk Apa? Dianggarkan Sampai Rp700 Ribu per Pasang
-
Berapa Harga Sepatu Stradenine? Bukan Rp700 Ribuan, Ini Faktanya
-
Brand Stradenine Klarifikasi Isu Keterlibatan di Program Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu per Pasang
-
Stradenine Punya Siapa? Brand Lokal Bantah Terlibat Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger