-
Presiden Xi Jinping mendesak pembukaan Selat Hormuz untuk menyelamatkan arus ekspor Tiongkok yang terhambat.
-
Tiongkok mendorong penyelesaian konflik Timur Tengah melalui jalur diplomasi dan gencatan senjata segera.
-
Gangguan distribusi di Selat Hormuz mengancam keamanan energi dan pertumbuhan ekonomi internasional secara luas.
Suara.com - Krisis navigasi di Selat Hormuz kini memicu ancaman serius bagi stabilitas ekonomi China sebagai eksportir terbesar dunia.
Presiden Xi Jinping mengambil langkah diplomasi proaktif dengan menghubungi Pangeran Mohammed bin Salman untuk mencari solusi perdamaian.
Dikutip dari NDTV, langkah ini menjadi krusial mengingat arus logistik Beijing ke kawasan Timur Tengah sempat anjlok drastis hingga 43 persen.
Ketergantungan besar pada impor energi membuat Tiongkok mendesak penghentian blokade militer yang melumpuhkan jalur pelayaran tersebut.
Xi menekankan pentingnya kedaulatan regional agar negara-negara Timur Tengah tidak terus bergantung pada perlindungan keamanan Amerika Serikat.
"Tiongkok menyerukan gencatan senjata segera dan komprehensif, mendukung semua upaya untuk memulihkan perdamaian dan menegaskan perselisihan diselesaikan melalui sarana politik dan diplomatik," ujar Xi kepada penguasa de facto kerajaan tersebut melalui telepon pada hari Senin, menurut pernyataan dari kementerian luar negeri Tiongkok.
"Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk transit normal, yang merupakan kepentingan bersama negara-negara regional dan komunitas internasional."
Seruan ini muncul setelah kegagalan pembukaan kembali jalur laut akibat ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Aksi saling balas di Teluk Oman semakin memperkeruh situasi keamanan bagi kapal-kapal kargo internasional yang melintas.
Baca Juga: Arab Saudi Sebut Konflik Timur Tengah Ancam Energi Global dan Stabilitas Ekonomi
Pihak Beijing menganggap gangguan di titik strategis ini telah melanggar prinsip hukum laut internasional yang ditetapkan PBB.
Xi Jinping secara terang-terangan mendukung negara-negara di kawasan tersebut untuk menentukan nasib politik dan keamanan mereka sendiri.
Pesan ini tersirat dalam pernyataan Xi kepada Pangeran Mohammed bahwa Tiongkok mendukung negara-negara Timur Tengah "mengambil masa depan dan nasib mereka ke tangan mereka sendiri."
Retorika mengenai kemandirian ini mencerminkan pergeseran kekuatan diplomasi di tengah kekacauan tatanan internasional yang sedang terjadi.
Upaya Beijing ini sekaligus menjadi langkah proteksi terhadap pasokan minyak mentah yang 40 persennya bersumber dari kawasan tersebut.
Tiongkok berkomitmen memainkan peran konstruktif guna mencegah keruntuhan sistem perdagangan global akibat konflik yang berkepanjangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Eskalasi Konflik Global Meningkat, Puan Minta Pemerintah Evaluasi Misi TNI di UNIFIL
-
Rustam Effendi Piliang Sebut Pratikno Otak Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
-
Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak
-
Di Balik Ambisi B50 Dikritik: Diklaim Hemat Energi, Tapi Bebani Lingkungan dan Rakyat
-
Tinjau Sekolah Rakyat Sigi, Gus Ipul Pastikan Laptop Dimanfaatkan untuk Kegiatan Belajar
-
KPK Limpahkan Suap Impor Bea Cukai ke Pengadilan Tipikor, Nilai Lebih Rp40 Miliar
-
Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag, KPK Periksa Staf PBNU Syaiful Bahri
-
Bos FBI Klaim Punya Bukti Kecurangan Pemilu 2020, Joe Biden Bakal Ditangkap?
-
Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
-
Polisikan Ade Armando dan Abu Janda, Advokat Maluku Bawa Bukti Pelintiran Video JK