- Mohammed bin Salman menyatakan konflik Timur Tengah mengancam stabilitas kawasan serta mengganggu pasokan energi dan ekonomi global.
- Arab Saudi berencana menjalin kerja sama dengan China untuk menjaga gencatan senjata dan keselamatan navigasi Selat Hormuz.
- Pemerintah Iran menolak melanjutkan perundingan dengan delegasi Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan.
Suara.com - Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, menilai konflik bersenjata yang tengah berlangsung di Timur Tengah berpotensi mengganggu keamanan negara-negara Teluk, sekaligus berdampak besar pada pasokan energi global dan kinerja ekonomi dunia.
"Arab Saudi berkomitmen untuk menyelesaikan sengketa dan perbedaan pendapat melalui dialog, serta berharap dapat mencegah terjadinya eskalasi lebih lanjut," kata Mohammed bin Salman.
Ia juga menyebut China sebagai negara besar yang dinilai konsisten mengedepankan sikap adil serta mendukung negara-negara Timur Tengah dalam memperkuat semangat bertetangga baik, dialog, dan kerja sama.
"Arab Saudi siap memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan China guna menjaga gencatan senjata, mencegah berulangnya permusuhan, menjamin keselamatan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, serta bekerja sama untuk menemukan jalan menuju perdamaian dan stabilitas yang langgeng di kawasan tersebut," ujarnya menambahkan.
Sementara itu, ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih belum mereda. Presiden Donald Trump bahkan mengeluarkan peringatan keras terkait kemungkinan eskalasi konflik.
"Banyak bom akan mulai meledak," kata Trump kepada PBS News, Senin (20/4/2026), saat ditanya mengenai potensi berakhirnya gencatan senjata dengan Iran.
Trump juga menyebut delegasi AS tengah menuju Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan putaran kedua perundingan dengan Iran setelah pertemuan sebelumnya pada 11 hingga 12 April belum menghasilkan kesepakatan.
Namun demikian, pemerintah Iran menegaskan tidak ada rencana untuk kembali ke meja perundingan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan sikap tersebut.
“Republik Islam Iran tidak menerima batas waktu atau ultimatum apa pun dalam memperjuangkan kepentingan nasionalnya,” kata Baqaei.
Baca Juga: Xi Jinping Tekankan Normalisasi Selat Hormuz Jadi Prioritas Global
(Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Xi Jinping Tekankan Normalisasi Selat Hormuz Jadi Prioritas Global
-
AS Dinilai Tak Realistis Soal Nuklir, Perdamaian dengan Iran Sulit Terwujud
-
China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya
-
The Strokes Telanjangi Dosa Amerika Serikat, Kecam Agresi AS-Israel ke Iran
-
11 Ilmuwan Nuklir Tewas Misterius, DPR AS Bakal Periksa Kementerian Perang
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL