- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi konflik Amerika Serikat dan Iran akan berlangsung hingga September 2026 mendatang.
- Ketidakpastian perang antara Amerika Serikat dan Iran menyebabkan perlambatan ekonomi global serta sentimen pasar yang mudah berubah.
- Purbaya menyatakan perjanjian damai sulit tercapai karena Amerika Serikat memposisikan Iran sebagai pihak yang kalah dalam perang.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi perang Amerika Serikat vs Iran akan berlangsung lebih lama. Hal ini dia simpulkan usai melakukan kunjungan kerja ke AS minggu lalu.
Mulanya, Menkeu Purbaya menilai kalau kondisi global saat ini masih penuh ketidakpastian. Akibat itu, perekonomian dunia kini berjalan lambat.
"Sekarang terjadi ketidakpastian yang enggak jelas. Perang belum jelas, ekonomi dunia melambat, sentimen gampang terbalik," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Dalam kunjungan kerja itu, ia menceritakan bagaimana Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengimbau para menteri keuangan maupun gubernur bank sentral untuk bertindak mengantisipasi perang di Timur Tengah.
Purbaya lalu menyimpulkan kalau perjanjian antara AS dan Iran tidak akan pernah tercapai. Sebab AS dinilainya memposisikan Iran sebagai negara yang kalah perang.
"Kelihatannya sih perjanjiannya enggak akan pernah tercapai, karena mereka memposisikan Iran sebagai negara yang kalah perang. Kalau begitu mah kapan ketemunya?" lanjut dia.
Walhasil Purbaya berpendapat kalau perang AS vs Iran akan berjalan lebih lama. Ia memprediksi konflik tersebut baru akan selesai September 2026, yang berdekatan dengan Pemilihan Umum AS.
"Jadi saya pikir masih akan lama ini, mungkin sampai September ya, karena mereka harus selesaikan perang sebelum pemilihan di sana," jelasnya.
Baca Juga: Perdana ke Luar Negeri Jadi Menkeu, Purbaya Langsung Dapat Pertanyaan Menohok dari Investor Global
Berita Terkait
-
Perdana ke Luar Negeri Jadi Menkeu, Purbaya Langsung Dapat Pertanyaan Menohok dari Investor Global
-
Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS
-
Blokade Selat Hormuz Memanas, Militer AS Klaim Usir 27 Kapal dalam Sepekan
-
Breakingnews! Wapres AS OTW Pakistan, Delegasi Iran Siap Datang
-
Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Perdana ke Luar Negeri Jadi Menkeu, Purbaya Langsung Dapat Pertanyaan Menohok dari Investor Global
-
Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum
-
Proyek Bioetanol Lampung Memasuki Tahap Baru
-
1,3 GW PLTS Atap Terpasang, Indonesia Bidik Target Ambisius 100 GW
-
Dony Oskaria Wanti-wanti Telkom Nggak Boleh Rugi
-
Cek Rekening, Emiten SIDO Mulai Bayar Dividen Hari Ini
-
IHSG Masih 'Dibekukan' MSCI: Apa Kabar Empat Proposal Reformasi BEI?
-
Thailand Akan Bangun Terusan Darat Pesaing Selat Malaka, Belajar dari Selat Hormuz
-
Bulog Siapkan Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear dari Target 100 Lokasi
-
Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif