- Pemerintah dan publik Kamboja mengecam Wall Street Journal karena menggunakan istilah merendahkan Scambodia dalam pemberitaan mengenai kejahatan siber.
- Wall Street Journal melaporkan industri penipuan di Kamboja bernilai 19 miliar dolar AS dan melampaui sektor industri legal.
- Pemerintah Kamboja menyatakan bahwa pelabelan tersebut tidak profesional serta merusak reputasi negara dalam upaya pemberantasan kejahatan siber.
Suara.com - Pemerintah dan publik Kamboja mengecam keras media Amerika Serikat, Wall Street Journal, setelah menyebut negara mereka dengan istilah Scambodia dalam laporan tentang kejahatan siber.
Istilah itu dianggap publik dan pemerintah Kamboja merendahkan dan mencoreng citra negara.
Kontroversi bermula dari artikel berjudul How Cybercrime Became a Leading Industry in Scambodia yang terbit beberapa hari lalu.
Dalam tulisan itu, Kamboja digambarkan sebagai salah satu pusat utama kejahatan siber global.
Reaksi publik langsung memanas, terutama di media sosial.
Banyak pihak menilai istilah Scambodia bersifat menghina dan tidak sesuai dengan standar jurnalisme profesional.
Menurut sejumlah pakar dari Kamboja, penggunaan istilah tersebut telah melewati batas.
“Ini bukan lagi sekadar pelaporan, tetapi sudah menjadi bentuk ejekan terhadap sebuah negara,” ujar pakar asal Kamboja, Roth Santepheap dikutip dari Khmer Times.
Pemerintah Kamboja melalui Kementerian Informasi juga melayangkan kritik tajam.
Baca Juga: Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI
Pemerintah menyebut penggunaan istilah tersebut tidak profesional dan merusak reputasi negara serta upaya pemberantasan kejahatan siber.
Sejumlah kalangan di Kamboja mempertanyakan fokus pemberitaan yang dianggap tidak adil.
Mereka menilai kejahatan siber merupakan masalah global lintas negara, bukan hanya terjadi di Kamboja.
Wall Street Journal mengutip laporan yang menyebut industri penipuan di Kamboja bernilai hingga 19 miliar dolar AS per tahun.
Angka tersebut disebut setara hampir 40 persen dari produk domestik bruto negara itu, bahkan melampaui sektor manufaktur garmen sebagai industri legal terbesar.
Dalam beberapa waktu terakhir, Kamboja memang gencar melakukan operasi besar-besaran.
Berita Terkait
-
Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI
-
Silent Treatment Ala Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata
-
DPR Tegaskan Kedaulatan Udara RI Mutlak, Militer AS Tak Bisa Asal Melintas
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat
-
Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz
-
Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang
-
Jarang Hadir Rapat di Komisi I DPR, Ini Alasan Menlu Sugiono
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan
-
Nadiem Makarim Sebut Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif Tak Masuk Akal: Ibam is One of Us
-
Lingkaran Setan Pernikahan Kelas Menengah India, Bayar Utang Bertahun-tahun Demi 1 Hari Pesta
-
Balas Dendam Masalah Geng, Polisi Ciduk Dua Pelaku Penganiayaan Pelajar Berujung Tewas di Bantul
-
Bareskrim Terbitkan DPO Frendy Dona Sang Pengendali Narkotika Sabu dan Vape Etomidate