News / Nasional
Kamis, 23 April 2026 | 10:55 WIB
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf. [ANTARA/Pemprov NTB]
Baca 10 detik
  • Menteri Haji dan Umrah melepas 200 petugas Daker Makkah di Jakarta, Kamis (23/4/2026), untuk melayani jamaah haji 1447 Hijriah.
  • Petugas diinstruksikan memberikan pelayanan terbaik dan menunjukkan empati tinggi, terutama kepada kelompok lansia serta penyandang disabilitas saat bertugas.
  • Setiap petugas haji harus menjaga integritas dan profesionalisme karena tindakan mereka merepresentasikan martabat bangsa di mata dunia internasional.

Suara.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memberikan arahan tegas kepada ratusan petugas haji yang akan bertolak ke Tanah Suci.

Ia menekankan bahwa misi suci Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi adalah momentum pengabdian total, di mana petugas harus memposisikan diri sebagai pelayan jamaah, bukan sosok yang ingin dilayani.

“Berikan pelayanan terbaik kepada jemaah, bukan mencari kenyamanan pribadi. Petugas haji harus hadir dengan semangat melayani, bukan dilayani. Ini yang harus terus diingat dalam setiap tugas,” ujar Irfan Yusuf saat melepas sekitar 200 petugas haji Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini mengingatkan bahwa tugas di Makkah memiliki tantangan besar.

Sebagai pusat berkumpulnya jutaan jemaah dari seluruh dunia, setiap gerak-gerik petugas haji Indonesia akan menjadi sorotan internasional.

Membawa Nama Negara

Bagi Gus Irfan, petugas haji bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan memikul martabat bangsa.

Ia menegaskan bahwa setiap individu yang bertugas adalah representasi langsung dari Indonesia di mata dunia.

“Setiap tindakan saudara mencerminkan negara. Kesalahan sekecil apapun akan dianggap sebagai kesalahan negara, dan keberhasilan saudara adalah keberhasilan negara,” tegasnya.

Baca Juga: Jangan Tergiur Promo Medsos, 20 Laporan Penipuan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj Tiap Hari

Sentuhan Empati dan Etika

Dalam arahannya, Menhaj juga menyoroti aspek etika. Mengingat jemaah Indonesia datang dari berbagai latar belakang usia, pendidikan, dan pengalaman, petugas dituntut memiliki tingkat kesabaran yang ekstra.

“Jangan sampai ada ucapan atau sikap yang melukai perasaan jamaah. Mungkin mereka tidak menyampaikan keluhan, tetapi kita harus peka terhadap kebutuhan mereka,” pesannya.

Sejumlah petugas mengantarkan jamaah calon haji melakukan pemeriksaan keimigrasian sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026).ANTARA/Azmi Samsul M

Gus Irfan secara khusus meminta perhatian ekstra diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap mereka adalah tanggung jawab kolektif seluruh petugas, tanpa terkecuali.

Selain aspek pelayanan fisik, integritas moral menjadi poin utama yang digarisbawahi. Petugas diminta disiplin, mematuhi aturan hukum di Arab Saudi, dan menjauhkan diri dari kepentingan pribadi atau penyalahgunaan wewenang.

Load More