- Otoritas militer Jerman mengusulkan kenaikan batas usia pasukan cadangan hingga 70 tahun guna mengatasi kekurangan personel militer nasional.
- Kanselir Friedrich Merz menargetkan penambahan jumlah tentara aktif menjadi 260.000 personel untuk memperkuat keamanan Jerman menghadapi ancaman global.
- Rencana reformasi militer Jerman memicu peringatan dari Rusia terkait potensi eskalasi ketegangan keamanan yang dapat berdampak buruk global.
Suara.com - Jerman menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan personel militer di tengah dinamika keamanan global yang kian memanas.
Kondisi ini membuat otoritas militer Jerman mengusulkan agar batas usia pasukan cadangan dinaikkan hingga 70 tahun.
Ketua baru Asosiasi Pasukan Cadangan Jerman, Bastian Ernst, menilai kondisi fisik masyarakat saat ini memungkinkan warga lanjut usia tetap berkontribusi.
“Usia pensiun meningkat, dan masyarakat tetap bugar lebih lama,” ujarnya seperti dilansir dari media Jerman.
Langkah ini muncul setelah Jerman meningkatkan target kekuatan militernya secara signifikan.
Kanselir Friedrich Merz berencana menambah jumlah tentara aktif dari sekitar 186.000 menjadi 260.000, serta 200.000 pasukan cadangan pada pertengahan 2030-an.
Kebijakan tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap ancaman keamanan, khususnya dari Rusia.
Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin menolak tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai tidak masuk akal.
Selain menaikkan batas usia, Ernst juga mendorong reformasi aturan yang dinilai menghambat partisipasi warga.
Baca Juga: 40 Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Diintrogasi 5 Jam
Ernst mengusulkan agar kewenangan perusahaan untuk menolak karyawan mengikuti pelatihan militer dicabut.
Perdebatan ini sejalan dengan tren di Eropa yang mulai menyesuaikan kebijakan militernya.
Finlandia dan Inggris telah lebih dulu menaikkan batas usia pasukan cadangan sebagai respons terhadap situasi geopolitik yang tidak menentu.
Di sisi lain, peningkatan militer di Eropa memicu kekhawatiran dari Moskow.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, memperingatkan bahwa eskalasi ini berpotensi memicu tragedi global baru, mengingatkan dunia pada bayang-bayang Perang Dunia III
Berita Terkait
-
40 Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Diintrogasi 5 Jam
-
Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz
-
Konflik Berdarah di Gurdwara Moers Jerman, 11 Orang Luka Parah Rebutan Duit Kuil
-
Rusia Evakuasi Lebih dari 600 Staf dari Pembangkit Nuklir Bushehr di Iran
-
Panas di Selat Hormuz, Iran Temui Rusia, Apa Hasilnya?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil