-
Bentrokan di Gurdwara Moers Jerman melukai sebelas orang akibat sengketa dana internal.
-
Senjata tajam dan pistol digunakan dalam serangan yang diduga telah direncanakan sebelumnya.
-
Polisi mengamankan tersangka dan menyelidiki konflik perebutan kekuasaan di pengurus kuil.
Suara.com - Bentrokan brutal yang melibatkan senjata api dan benda tajam pecah di dalam kuil Gurdwara kawasan Moers, Duisburg, Jerman.
Insiden berdarah ini menyebabkan sedikitnya sebelas orang mengalami luka-luka di lokasi kejadian.
Dikutip dari NDTV, kekerasan ini disinyalir berakar dari konflik internal terkait suksesi kepemimpinan dan pengelolaan dana rumah ibadah.
Sekitar 40 orang dilaporkan terlibat dalam pertikaian fisik yang memicu respons besar dari kepolisian setempat.
Satuan taktis khusus kepolisian Jerman dikerahkan untuk meredam situasi yang sempat mencekam tersebut.
Saksi mata menyebutkan bahwa selain kirpan dan pisau, pelaku juga menggunakan gas air mata serta senjata api.
"Ini pasti sudah direncanakan. Sesaat sebelum kebaktian dimulai, para penyerang tiba-tiba membawa semprotan merica dan menyemprot lawan mereka. Kemudian salah satu dari mereka menembakkan pistol. Dan saya juga melihat pisau," ujar seorang anggota jemaat berusia 56 tahun.
Aksi penyerangan yang mendadak ini membuat para jemaat yang hadir panik dan berlarian keluar kuil.
Beberapa selongsong peluru ditemukan di lokasi, meski senjata api yang digunakan belum berhasil disita polisi.
Baca Juga: Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika
Hasil investigasi awal menduga senjata tersebut merupakan pistol jenis blank-firing yang melepaskan peluru hampa.
Perselisihan antara pengurus lama dan baru mengenai hak pengelolaan dana kuil menjadi pemicu utama kerusuhan.
"Sudah ada masalah dan konflik sejak beberapa waktu lalu. Namun, ini terutama soal pengaruh dan siapa yang memiliki suara terakhir di kuil ini. Ketika serangan dimulai, banyak yang melarikan diri dari kuil dengan panik; hal itu bisa berakhir jauh lebih buruk. Untungnya, tidak ada nyawa siapa pun yang dalam bahaya," tambah saksi tersebut.
Tim medis dan dokter darurat segera memberikan pertolongan pertama kepada para korban di tempat kejadian.
Petugas kepolisian telah mengamankan setidaknya satu orang tersangka untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Departemen investigasi kriminal kini tengah memetakan peran masing-masing individu dalam aksi kekerasan massal tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Siap-siap Panen Cuan! Dividen BBRI Diproyeksi Tembus 13 Persen, Minat Borong?
-
Sifat dan Karakter Shio Kambing dari Positif hingga Negatif
-
Meroket Lagi, IHSG Menuju Level 6.400
-
Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis!
-
Serangan Harimau Kembali Terjadi di Siak, Kali Ini Korbannya Pekerja Alat Berat
-
Kiamat Harga Gadget 2027? TSMC Naikkan Biaya Produksi Chip 10%, Raksasa Teknologi Mulai "Eksodus"
-
Live Malam Hari! Catat Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
-
Antam dan Galeri 24 Koreksi, Cek Harga Jual dan Buyback Emas Hari Ini di Pegadaian
-
Sepak Terjang Nanik S. Deyang Pimpin BGN, Kini Pilih Mundur Fokus Pengobatan
-
Bukan Sekadar Transportasi, KRL Mengubah Cara Saya Melihat Perjalanan Harian