News / Internasional
Kamis, 23 April 2026 | 13:42 WIB
Kebakaran terjadi di atas kapal perusak siluman USS Zumwalt milik Angkatan Laut Amerika Serikat, Kamis (23/4). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kapal perusak USS Zumwalt milik Angkatan Laut AS mengalami kebakaran di galangan kapal Mississippi pada Kamis, 23 April.
  • Insiden tersebut mengakibatkan tiga pelaut terluka serta memicu penyelidikan resmi terkait penyebab dan tingkat kerusakan kapal.
  • Kapal sedang menjalani modernisasi sistem senjata untuk mendukung kemampuan serangan rudal hipersonik jarak jauh bagi Angkatan Laut AS.

Suara.com - Kebakaran terjadi di atas kapal perusak siluman USS Zumwalt milik Angkatan Laut Amerika Serikat, Kamis (23/4).

Peristiwa kebakaran ini mengakibatkan tiga pelaut terluka. Dari laporan sementara, insiden ini terjadi saat kapal tengah menjalani proses modernisasi di galangan HII Ingalls, Pascagoula, Mississippi.

Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 21.45 waktu setempat pada Minggu malam.

Api berhasil dipadamkan oleh awak kapal, sementara satu pelaut harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi stabil dan dua lainnya mendapat perawatan di lokasi.

Pihak Angkatan Laut AS menyatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

“Angkatan Laut sedang menyelidiki penyebab kebakaran dan menentukan tingkat kerusakan di dalam kapal,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari USNI News.

USS Zumwalt telah berada di galangan sejak Agustus 2023 untuk menjalani peningkatan teknologi besar.

Modernisasi ini mencakup perubahan signifikan dari sistem senjata berbasis meriam ke platform peluncur rudal jarak jauh.

Sistem meriam Advanced Gun System 155 mm yang sebelumnya menjadi ciri khas kapal telah diganti.

Baca Juga: Klaim Donald Trump Rezim Iran Pecah Terbantahkan dari Kenyataan Ini

Sebagai gantinya, kapal kini dipasangi tabung peluncur rudal untuk mendukung sistem Conventional Prompt Strike (CPS).

Program CPS dirancang untuk menghadirkan kemampuan serangan hipersonik jarak jauh dari laut.

Dengan peningkatan ini, Zumwalt ditargetkan menjadi platform serangan laut dalam (blue-water strike) yang lebih fleksibel dan mematikan.

Setelah sempat dipindahkan ke darat untuk proses integrasi teknologi, kapal ini kembali diluncurkan pada Desember 2024.

Pada Januari lalu, Zumwalt juga telah kembali melaut untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun.

Program kapal perusak kelas Zumwalt sendiri menelan biaya sekitar 24,5 miliar dolar AS untuk tiga unit.

Load More