- Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di berbagai lokasi diwarnai kecurangan menggunakan perangkat teknologi komunikasi tersembunyi berukuran sangat kecil.
- Modus kecurangan bergeser dari joki konvensional menjadi penggunaan alat bantu digital yang terhubung dengan pihak luar ruangan.
- Menteri Pendidikan Tinggi memastikan pemerintah akan mengevaluasi dan memproses setiap temuan kecurangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Suara.com - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 kembali diwarnai temuan kecurangan. Panitia mencatat, modus yang digunakan peserta tidak lagi sebatas joki konvensional, tetapi mulai memanfaatkan perangkat teknologi yang disembunyikan di tubuh.
Di balik ketatnya sistem seleksi masuk perguruan tinggi negeri, modus baru yang muncul tahun ini lebih senyap. Oknum memanfaatkan perangkat kecil di telinga yang terhubung dengan pihak luar.
Publik menyebutnya telinga bionik. Bukan karena canggih seperti film fiksi ilmiah, melainkan karena cara kerjanya yang nyaris tak terdeteksi.
Temuan ini menandai perubahan pola kecurangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang semakin sulit dideteksi.
Dari Joki Duduk ke Joki Bisik
Kecurangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi bukan hal baru. Dahulu, modus yang paling umum ialah joki atau orang lain yang menggantikan peserta dan duduk langsung di ruang ujian. Namun pola itu kini berubah.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Eduart Wolok, mengungkap bahwa kecurangan yang ditemukan pada pelaksanaan UTBK tahun ini tidak lagi sebatas metode lama.
“Kecurangan yang ditemukan ada dua, yakni joki dan penggunaan alat bantu yang terhubung secara digital,” kata Eduart.
Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran kecurangan, dari kehadiran fisik joki di ruang ujian, menuju keterlibatan jarak jauh berbasis teknologi. Modus menjadi lebih halus, minim kontak, dan jauh lebih sulit dideteksi oleh pengawas.
Baca Juga: Nasib Peserta UTBK 2026 yang Curang di Undip, Terancam Masuk Daftar Hitam Permanen
Telinga Bionik: Sederhana tapi Sulit Dideteksi
Istilah telinga bionik yang ramai diperbincangkan sebenarnya bukan merujuk pada implan canggih seperti dalam film. Dalam praktiknya, alat yang digunakan jauh lebih sederhana. Yakni berupa earpiece berukuran sangat kecil yang disembunyikan di dalam telinga.
Kasus ini terungkap di berbagai lokasi UTBK. Salah satunya di Universitas Diponegoro (Undip), ketika seorang peserta kedapatan menyembunyikan alat bantu dengar di dalam telinganya hingga harus ditangani secara medis.
Alat kecurangan itu ditemukan dari hasil pemeriksaan dengan metal detector sebelum peserta memasuki ruangan ujian.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, memastikan pemerintah akan mengevaluasi temuan tersebut.
“Semua temuan kecurangan akan dicatat, didalami, dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Brian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
-
Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat
-
Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan
-
Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah
-
Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN
-
Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK
-
'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus
-
Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok
-
Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji
-
KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?