- Harga gas LPG nonsubsidi 12 kg di Jakarta Selatan naik sebesar Rp38.000 menjadi Rp248.000 per tabung.
- Pemilik agen di Cipete Utara melaporkan banyaknya protes pelanggan akibat kenaikan harga yang dirasa sangat signifikan.
- Volume penjualan tetap stabil karena gas merupakan kebutuhan pokok meski pelaku usaha kecil terdampak kenaikan tersebut.
Suara.com - Agen penyalur gas LPG di Jakarta Selatan mengeluhkan lonjakan harga tabung gas nonsubsidi ukuran 12 kilogram (kg) yang meroket dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan harga yang mencapai Rp38.000 per tabung tersebut memicu gelombang komplain dari pelanggan yang merasa terbebani oleh kebijakan mendadak ini.
Suryati Budi Rahayu, pemilik agen gas di Jalan Haji Jian, Cipete Utara, Kebayoran Baru, mengungkapkan bahwa kenaikan kali ini merupakan salah satu yang tertinggi dibandingkan periode-periode sebelumnya.
“Kalau sekarang ini memang tinggi, lebih parah dari biasanya. Biasanya, kenaikan tidak sebesar ini,” ujar Suryati saat ditemui di tokonya, Kamis (23/4/2026).
Pelanggan Mulai Protes
Suryati memerinci, harga elpiji 12 kg kini menyentuh angka Rp248.000 per tabung, naik signifikan dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp210.000.
Selisih harga yang cukup besar dalam waktu singkat ini menurutnya, membuat banyak konsumen melayangkan protes saat melakukan pembelian.
“Paling banyak yang komplain, ‘Kok naik harganya?’ Tapi kami hanya bisa menjelaskan bahwa itu sudah kebijakan dari pusat. Informasinya juga sudah disampaikan lewat televisi,” jelas Suryati.
Meskipun banyak dihujani keluhan, Suryati mencatat bahwa daya beli masyarakat sejauh ini masih relatif stabil. Belum ada penurunan volume penjualan yang drastis, mengingat gas merupakan kebutuhan pokok yang sulit digantikan.
Baca Juga: Kerja 36 Jam hingga Tidur di Lorong, Kasatpol PP DKI: 35 Anggota Saya Meninggal Dalam Setahun!
“Memang ada komplain di awal, tapi lama-lama biasanya juga kembali normal. Sejauh ini, orderan masih berjalan, belum terlihat ada penurunan,” tambahnya.
Namun, Suryati mewanti-wanti dampak jangka panjang dari kebijakan ini, terutama bagi pelaku usaha mikro seperti jasa laundry dan rumah makan yang sangat bergantung pada gas 12 kg.
Ia menilai momentum kenaikan harga LPG ini tidak tepat karena terjadi berbarengan dengan melambungnya harga kebutuhan pokok lainnya.
“Kasihan juga, apalagi sembako juga naik semua, plastik-plastik naik, semuanya naik, jadi sulit," pungkas Suryati. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
Terkini
-
Bukan Lagi Joki Duduk, Kecurangan UTBK Kini Pakai Telinga Bionik
-
Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Sistem Mitigasi Dinilai Pincang, DPRD DKI Minta MRT Jakarta Perkuat Pasokan Listrik
-
Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat
-
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Dorong Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi
-
Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?
-
FBI dan Polri Bongkar Jaringan Phishing Global W3LL, Incar Transaksi Rp350 Miliar
-
91 Persen Koruptor Laki-laki, Benarkah Perempuan Lebih Antikorupsi?
-
Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak