- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengadakan pertemuan strategis bersama jajaran petinggi TNI di kantor Kemenhan pada Jumat pagi.
- Agenda pertemuan tersebut membahas peran nyata TNI dalam mendukung berbagai program kerja pemerintah di masa depan.
- Sejumlah pejabat aktif dan mantan pimpinan TNI hadir dalam forum tertutup untuk mempererat silaturahmi serta koordinasi kelembagaan.
Suara.com - Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendadak jadi titik kumpul para petinggi militer tanah air pada Jumat pagi.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menggelar silaturahmi khusus bersama jajaran purnawirawan dan pejabat aktif TNI dengan tajuk strategis: "Peran TNI Dalam Mendukung Program Pemerintah."
Pantauan di lokasi menunjukkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto tiba pukul 08.50 WIB.
Kedatangannya disambut hangat oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.
Tak sekadar pertemuan dinas biasa, acara ini juga menjadi ajang "reuni" bagi deretan mantan pucuk pimpinan TNI.
Nama-nama besar seperti Laksamana (Purn) Yudo Margono, Jenderal (Purn) Andika Perkasa, hingga Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo tampak hadir di lokasi.
Selain itu, terlihat pula sosok senior Jenderal (Purn) Agum Gumelar dan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman.
Pemandangan menarik terlihat dari kontras busana yang dikenakan.
Para purnawirawan tampil rapi dalam balutan batik, sementara pejabat TNI aktif gagah mengenakan seragam dinas (PDH) lengkap.
Baca Juga: Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Seluruh tamu undangan langsung diarahkan menuju Ruang Bhineka Tunggal Ika (BTI) untuk memulai pertemuan tertutup tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah eks petinggi TNI lainnya dilaporkan masih terus berdatangan ke area Kemenhan. (Antara)
Berita Terkait
-
ASN Putra Daerah Tewas Ditembak OPM, TNI-Polri Sisir Hutan Yahukimo Buru Pelaku!
-
KontraS: Operasi Balas Dendam TNI-Polri di Papua Bentuk Pelanggaran HAM Berat
-
Viral! Oknum TNI AD Diduga Teror Warga di Malang, Bawa Parang dan Terekam CCTV
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Data Tumpang Tindih, Kemenag Usul Klasifikasi Santri vs Non-Santri untuk Program MBG
-
Apa Itu Visa Emas Trump? Izin Tinggal di AS Senilai Rp15 M yang Sepi Peminat
-
Purbaya Punya Wacana Pasang Tarif di Selat Malaka, Picu Perdebatan Netizen Malaysia
-
Sudahi 'Drama' Aspal Rusak! Dinas Bina Marga DKI Bakal Rombak Jalan Kebon Sirih Pakai Beton
-
Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan
-
Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein
-
Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV
-
Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus
-
Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?
-
Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz