- Aparat TNI dan Polri melakukan pengejaran terhadap kelompok OPM Yahukimo yang melakukan penembakan di Distrik Dekai, Papua Pegunungan.
- Peristiwa penembakan pada Selasa, 21 April 2026 tersebut menyebabkan seorang ASN bernama Yones Yohame meninggal dunia di rumahnya.
- Tim gabungan mempertebal pengamanan di Papua Pegunungan serta terus menyisir area hutan untuk menangkap pelaku yang melarikan diri.
Suara.com - Aparat gabungan TNI dan Polri melakukan pengejaran besar-besaran terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI/Yahukimo.
Operasi ini dilakukan menyusul aksi penembakan terhadap Yones Yohame (35), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengatakan telah berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian untuk menangkap para pelaku.
“Koops TNI Habema akan berkoordinasi dengan Polri dan melakukan pengejaran terhadap kelompok OPM yang terlibat dalam penembakan ini,” ujar Wirya kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).
Penembakan di Depan Rumah
Peristiwa ini diketahui terjapada pada Selasa (21/4/2026) malam sekitar pukul 20.20 WIT.
Saat itu Yones yang sedang berada di depan tempat tinggalnya di Komplek Perumahan Eselon III tiba-tiba diserang oleh kelompok bersenjata. Ia mengalami luka tembak serius pada bagian dada sebelah kanan.
“Korban sempat dilarikan ke RSUD Dekai, namun dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 22.00 WIT,” jelas Wirya.
Berdasar penyelidikan awal, para pelaku diduga melarikan diri ke dalam hutan usai melancarkan aksinya.
Baca Juga: Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Penjualan Phishing Tool, Pelaku Sejoli Asal NTT
Saat ini, tim gabungan terus menyisir area yang diduga menjadi jalur pelarian kelompok tersebut.
“Aparat gabungan TNI-Polri tengah melakukan pengejaran, pelaku diduga melarikan diri ke wilayah hutan,” tuturnya.
TNI dan Polri juga telah mempertebal pengamanan di seluruh wilayah Papua Pegunungan guna mencegah aksi susulan.
Sementara masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Korban diketahui merupakan putra daerah yang aktif dalam pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
FIGC Rela Jebol Rekening Demi Rekrut Pep Guardiola Latih Timnas Italia
-
Memaknai Hari Anak Nasional: Pesantren Sebagai Ruang Tumbuh Karakter Anak
-
JF3 Fashion Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 50 Desainer Dunia
-
Jebakan Scrolling: Saat Media Sosial Mengambil Ruang bagi Kreativitas Kita
-
Rupiah Bangkit Lawan Dolar AS Imbas Sentimen Domestik Membaik
-
Selamat Jalan Sang Pionir: M Basri Arsitek di Balik Mahkota Pertama Singo Edan Berpulang
-
Tinggalkan Eropa, Casemiro Resmi Gabung Inter Miami dan Siap Main Bareng Lionel Messi
-
Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Mentah Melonjak ke 96 Dolar AS
-
Heboh TNI-Polri Ikut Awasi Pajak, Bos DJP: Jangan Digoreng-goreng!
-
Bukan Sekadar Biji: Ambisi Lampung Menjadi Kiblat Cokelat Premium Dunia