News / Internasional
Jum'at, 24 April 2026 | 11:02 WIB
Si Jago Merah Porak-porandakan Gereja Berusia 2 Abad di New York, 5 Petugas Damkar Jadi Korban [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kebakaran hebat melanda First Reformed Church of Astoria, New York City, pada Kamis malam waktu setempat.
  • Api bermula dari bangunan rumah terhubung sebelum menjalar dan memicu status kebakaran level lima alarm.
  • Sebanyak 270 petugas dikerahkan untuk memadamkan api, namun lima petugas dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit.

Suara.com - Kebakaran besar melanda gereja bersejarah di New York City pada Kamis malam waktu setempat.

Api berkobar hebat di First Reformed Church of Astoria, bangunan yang hampir berusia dua abad tersebut.

Menurut Departemen Pemadam Kebakaran New York (FDNY), api pertama kali muncul sekitar pukul 18.45 dari sebuah rumah yang terhubung dengan kompleks gereja.

Kobaran api kemudian cepat menjalar hingga memicu kebakaran level lima alarm.

Sekitar 270 petugas pemadam dan tenaga medis dikerahkan ke lokasi.

Petugas damkar berjuang berjam-jam untuk mengendalikan api yang terus membesar dan sulit dipadamkan.

Foto-foto dari lokasi memperlihatkan lidah api menjulang tinggi dari atap gereja, disertai asap tebal yang menyelimuti kawasan sekitar.

Jalan-jalan di sekitar lokasi pun dipenuhi kabut asap.

Seorang warga setempat, Jack, mengatakan petugas berupaya membatasi api sebelum akhirnya merambat ke bangunan utama.

Baca Juga: Apa Itu Visa Emas Trump? Izin Tinggal di AS Senilai Rp15 M yang Sepi Peminat

“Mereka mencoba melokalisasi api, tapi kemudian menyebar ke gereja. Sejak itu mereka terus berusaha memadamkannya, dan api terlihat sangat sulit dikendalikan,” ujarnya dilansir dari NY Post.

Lima petugas pemadam dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit saat proses pemadaman berlangsung.

Hingga kini, kondisi mereka belum diumumkan secara rinci.

Gereja tersebut memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada akhir 1830-an.

Bangunan ini pernah mengalami kebakaran besar pada 1888 sebelum akhirnya dibangun kembali.

Load More