-
Pemukim Israel memasang kawat berduri untuk menutup jalan menuju sekolah bagi anak-anak Palestina.
-
Siswa terpaksa belajar di jalanan terbuka sebagai bentuk protes atas penutupan akses pendidikan.
-
Kekerasan meningkat di Tepi Barat dengan korban jiwa mencapai ratusan anak sejak akhir 2023.
Ahmad Alhendawi dari Save the Children menyebut blokade ini sebagai serangan terhadap hak dasar manusia.
“Otoritas dan pemukim Israel mengakhiri rasa aman yang sebelumnya ada bagi tiga juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa tidak ada satu pun anak yang layak merasakan ketakutan saat berangkat sekolah.
“Tidak ada anak yang boleh ditolak haknya atas pendidikan, terlalu takut untuk berjalan ke sekolah, atau menghadapi kekerasan saat bepergian ke sekolah,” lanjutnya.
Kekhawatiran muncul mengenai potensi lahirnya generasi yang kehilangan masa depan akibat ketiadaan sekolah formal.
Keselamatan fisik pelajar di Tepi Barat kini berada pada titik nadir yang sangat mengkhawatirkan.
Baru-baru ini, seorang remaja berusia 16 tahun tewas tertabrak iring-iringan kendaraan pejabat Israel.
Mohammad Majdi al-Jaabari sedang bersepeda menuju sekolah saat insiden maut tersebut terjadi di Hebron.
Kejadian ini menambah daftar panjang korban jiwa di kalangan anak-anak sejak akhir tahun 2023.
Baca Juga: Soal Kasus Guru Atun Dihina Siswa di Kelas, Komisi X DPR: Ini Tamparan Keras Dunia Pendidikan
Lebih dari 230 anak Palestina dilaporkan telah tewas di Tepi Barat dalam periode konflik tersebut.
Kekerasan di Tepi Barat terus meningkat seiring perluasan permukiman ilegal yang dilarang hukum internasional.
Data menunjukkan lebih dari 1.100 warga Palestina tewas sejak Oktober 2023 akibat operasi militer dan serangan pemukim.
Desa Umm al-Khair kini menjadi titik panas perjuangan warga melawan penggusuran dan blokade jalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!
-
Tercekik Harga BBM, Transjakarta Siap Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
KPK Dorong Capres hingga Cakada Wajib dari Kader Parpol, Ini Alasan di Baliknya
-
Kelaparan Ekstrem Melanda Dunia di 2026, Gaza dan Sudan Paling Parah
-
El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist
-
Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI
-
Donor Darah Bareng Bank Jakarta dan PMI, Stok Darah DKI Didorong Tetap Aman