News / Internasional
Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB
Kapal Induk AS. (Youtube/PBS News Hour)
Baca 10 detik
  • Biaya perang Amerika Serikat terhadap Iran resmi menyentuh angka 61 miliar dolar AS.

  • Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan adanya pembicaraan damai dalam waktu tiga hari ke depan.

  • Blokade pelabuhan Iran tetap berjalan meskipun masa gencatan senjata diperpanjang oleh pemerintah Washington.

Suara.com - Operasi militer Amerika Serikat ke wilayah Iran tercatat telah menghabiskan dana fantastis hingga menembus angka Rp1.000 triliun.

Lonjakan biaya ini terjadi akibat mobilisasi personel massal dan pengerahan kapal perang yang dilakukan Washington secara intensif.

Dikutip dari Sputnik, kalkulasi anggaran tersebut mencakup pengeluaran taktis harian yang mencapai belasan triliun rupiah sejak serangan pertama diluncurkan.

Ilustrasi perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel. (Dok. Suara.com)

Angka ini didapat dari laporan resmi Pentagon yang dikirimkan kepada pihak Kongres Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Iran War Cost Tracker memantau seluruh pergerakan dana ini secara seketika untuk memberikan data real-time kepada publik.

Serangan gabungan yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel pada akhir Februari lalu merusak banyak fasilitas penting.

Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R Ford (Wikipedia)

Infrastruktur vital di berbagai titik Iran mengalami kerusakan parah akibat hantaman proyektil militer kedua negara tersebut.

Tragedi ini juga dilaporkan memakan korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil yang berada di lokasi kejadian.

Setelah ketegangan memuncak, pihak Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata sementara selama empat belas hari.

Baca Juga: Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

Namun proses diplomasi yang dilakukan di Islamabad, Pakistan, tidak kunjung menghasilkan kesepakatan permanen bagi kedua belah pihak.

Meski negosiasi buntu, belum ada pernyataan resmi mengenai dimulainya kembali kontak senjata secara terbuka di lapangan.

Amerika Serikat justru memilih langkah strategis dengan memperketat blokade pada pelabuhan-pelabuhan utama milik Iran.

Donald Trump menegaskan bahwa Washington akan memperpanjang masa tenang ini sembari tetap menjalankan operasi pemblokiran laut.

Langkah ini diambil untuk menekan pergerakan logistik Iran meskipun biaya operasional militer AS terus membengkak.

Kabar terbaru menyebutkan adanya peluang dialog damai yang mungkin terlaksana dalam waktu sangat singkat dalam pekan ini.

Load More