- Warga menemukan sesosok mayat pria terbungkus kanvas di tebing Pulau Angsa, Kuala Selangor pada pukul 16.50 waktu setempat.
- Hasil autopsi menunjukkan korban tewas akibat lemas setelah dijerat lehernya dan kini identitasnya masih dalam proses penyelidikan polisi.
- Pihak kepolisian Kuala Selangor sedang menyelidiki kasus dugaan pembunuhan ini sesuai Pasal 302 Kanun Keseksaan yang berlaku saat ini.
Suara.com - Warga yang tengah memancing di Pulau Angsa, Jeram, Kuala Selangor, Malaysia dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang terbungkus kain tebal dan diikat tali.
Penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 16.50 waktu setempat dan membuat geger warga lokal.
Kondisi jasad yang sudah mengeluarkan bau menyengat ditemukan terdampar di tebing berbatu.
Polisi yang menerima laporan segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kepala Kepolisian Daerah Kuala Selangor, Superintenden Azaharudin Tajudin, mengatakan pemeriksaan awal oleh tim forensik menunjukkan jasad telah dalam kondisi membusuk.
“Mayat kemudian dibawa ke Rumah Sakit Universitas Teknologi MARA (UiTM) Puncak Alam untuk proses autopsi,” ujarnya dalam keterangan resmi seperti dilansir dari Bernama.
Hasil autopsi yang dilakukan pada pagi hari mengungkap bahwa korban adalah seorang pria.
Polisi menyebut penyebab kematian diduga akibat lemas setelah dijerat di bagian leher.
“Identitas korban hingga kini belum dapat dipastikan. Penyelidikan dilakukan berdasarkan Pasal 302 Kanun Keseksaan terkait dugaan pembunuhan,” kata Azaharudin.
Baca Juga: Nus Kei Tewas Ditikam, Jejak Perseteruan Maut Paman vs Keponakan yang Berakhir Tragis
Sementara itu, video berdurasi 22 detik yang memperlihatkan penemuan jasad tersebut sempat viral di media sosial.
Rekaman itu memperlihatkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan oleh warga.
Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi penyidik yang menangani perkara.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Nus Kei Tewas Ditikam, Jejak Perseteruan Maut Paman vs Keponakan yang Berakhir Tragis
-
Terkuak! Motif Pelaku Habisi Nyawa Nus Kei, Dendam Kesumat Pembunuhan Bekasi 2020
-
WNI di Jerman Tewas Ditusuk Tetangga
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pelaku Tangkap Terduga Pembunuh Wanita Paruh Baya di Tangsel, Ternyata Mantan Suami
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi