- Donald Trump menyatakan Amerika Serikat menerima dokumen usulan baru dari Iran setelah pembatalan misi perundingan di Pakistan.
- Fokus utama Amerika Serikat dalam perundingan tersebut adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir demi keamanan global.
- Proses negosiasi ini berlangsung di tengah ketegangan akibat serangan militer serta kegagalan kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
Suara.com - Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menerima usulan baru dari Iran, tak lama setelah membatalkan misi utusan khusus ke Pakistan untuk perundingan.
“Mereka memberi kami dokumen yang seharusnya lebih baik. Dan yang menarik, segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit kami mendapat dokumen baru yang jauh lebih baik,” kata Trump, dilansir dari Sputnik.
Saat ditanya mengenai isi dokumen tersebut, Trump menegaskan bahwa fokus utama tetap pada upaya mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sangat sederhana,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam proses perundingan antara AS dan Iran.
Utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner semula dijadwalkan berangkat ke Pakistan pada Sabtu, namun laporan menyebut delegasi Iran lebih dahulu meninggalkan lokasi perundingan.
Situasi ini terjadi di tengah ketegangan yang masih berlanjut setelah serangan AS dan Israel pada Februari lalu terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan mulai 7 April, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil.
Sementara itu, Amerika Serikat juga masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran sembari mediator berupaya membuka kembali jalur perundingan.
Baca Juga: Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
(Antara)
Berita Terkait
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!