- Pimpinan eksekutif, legislatif, dan yudikatif Iran secara resmi menolak klaim perpecahan internal yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
- Para pejabat Iran menegaskan persatuan nasional dalam menghadapi agresi militer Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026.
- Negosiasi perdamaian di Islamabad gagal karena Iran tidak mempercayai komitmen Amerika Serikat terkait tuntutan penarikan pasukan dan sanksi.
Suara.com - Pimpinan tertinggi eksekutif, legislatif, dan yudikatif Iran melancarkan serangan balik terpadu terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul klaim provokatifnya mengenai adanya perpecahan internal di Teheran.
Dalam pernyataan bersama yang langka, Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa Iran bersatu di bawah satu komando untuk menghadapi agresi militer rezim Trump dan Israel.
Ketegangan semakin memuncak setelah Trump mencoba melakukan adu domba dengan mengklasifikasikan pejabat Iran ke dalam kelompok ekstremis dan moderat di tengah masa gencatan senjata yang rapuh.
Para pejabat tinggi Iran melalui media sosial menyampaikan pesan kuat yang menekankan tema persatuan nasional dan perlawanan tanpa kompromi terhadap tekanan asing.
Pezeshkian, Qalibaf, dan Ejei secara tegas menolak narasi Barat yang mencoba memecah belah loyalitas rakyat terhadap ideologi revolusi di tengah krisis keamanan kawasan.
Presiden Masoud Pezeshkian menuliskan di platform X bahwa tidak ada kategori "garis keras" atau "moderat" dalam kamus politik nasional mereka saat ini.
Persatuan Besi Menghadapi Agresi Amerika Serikat
"Di Iran tidak ada 'garis keras' atau 'moderat'. Kami semua adalah orang Iran dan revolusioner," tulis Pezeshkian dalam unggahannya yang viral dikutip dari Tasnim News, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan bahwa dengan persatuan besi antara bangsa dan negara serta ketaatan kepada Pemimpin, mereka akan membuat agresor menyesal atas tindakannya.
Baca Juga: Dianggap Pengkhianat Bangsa, Anak Raja Iran Reza Pahlavi Dilempari Cairan Merah
Pernyataan emosional Pezeshkian ditutup dengan seruan religius yang kuat bagi seluruh rakyat Iran yang sedang berada di bawah ancaman perang.
"Satu Tuhan, satu bangsa, satu pemimpin, satu jalan; kemenangan bagi Iran, lebih berharga daripada nyawa," tambahnya.
Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf juga merilis pernyataan serupa sebagai upaya terkoordinasi untuk menunjukkan kesolidan tiga cabang kekuasaan Iran kepada dunia.
Kegagalan Diplomasi di Tengah Konflik Berdarah
Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei menggunakan bahasa yang lebih keras untuk mengecam pernyataan Trump yang ia sebut sebagai konstruksi politik Barat yang tidak bermakna.
"Presiden AS yang tercela harus tahu bahwa istilah seperti 'garis keras' dan 'moderat' adalah konstruksi yang tidak berarti dalam wacana politik Barat," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kenapa Konflik Iran Vs Amerika-Israel Bisa Acak-acak Festival Musik di Indonesia?
-
Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland
-
Italia Tolak Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Dinilai Tidak Pantas
-
AS Pasang Satu Syarat Tegas Jika Iran Ingin Ikut Piala Dunia 2026
-
Penembakan di Mall, Polisi: 1 Tewas, 5 Luka-luka
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
-
Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat
-
Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan
-
Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah
-
Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN
-
Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK
-
'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus
-
Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok
-
Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji
-
KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?