News / Internasional
Senin, 27 April 2026 | 15:06 WIB
Arab Saudi membatalkan hibah 200 juta dollar untuk Met Opera akibat dampak ekonomi perang Iran.
Baca 10 detik
  • Arab Saudi menghentikan pendanaan 200 juta dollar untuk Met Opera akibat dampak perang Iran.

  • Prioritas anggaran kerajaan kini dialihkan untuk proyek domestik yang dianggap sangat esensial.

  • Konflik regional menyebabkan gangguan pariwisata dan evaluasi besar-besaran terhadap investasi global Saudi.

Suara.com - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat - Israel melawan Iran kini mulai meruntuhkan komitmen finansial global kerajaan Arab Saudi.

Langkah drastis ini terlihat saat Riyadh memutuskan untuk membatalkan komitmen pendanaan sebesar 200 juta dollar kepada Metropolitan Opera House.

Dikutip dari MME, padahal pusat seni terkemuka di New York tersebut sedang berada dalam kondisi finansial yang sangat mengkhawatirkan.

Perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu terus memicu korban besar di berbagai negara Timur Tengah. [amnesty.org]

Keputusan mengejutkan ini menandakan adanya pergeseran prioritas ekonomi di tengah ketidakpastian jalur perdagangan minyak di Timur Tengah.

Stabilitas keuangan negara-negara Teluk kini berada di titik nadir akibat blokade ketat di Selat Hormuz.

Kepala pengelola Metropolitan Opera menyebutkan bahwa pihak kerajaan secara resmi menarik diri dari kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Ilustrasi warga Israel [Suara.com/AI]

Alasan utama penghentian suntikan dana ini adalah kerugian ekonomi yang cukup signifikan akibat perang yang berkepanjangan.

Riyadh mengisyaratkan bahwa mereka saat ini hanya akan mengucurkan anggaran untuk proyek-proyek yang dianggap mendesak bagi rakyatnya.

Pembatalan ini menjadi pukulan telak bagi Met Opera yang telah menghabiskan sepertiga dana abadi mereka untuk bertahan.

Baca Juga: Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak

"Mereka hanya mengerjakan proyek-proyek yang esensial," ujar Peter Gelb, Manajer Umum Met Opera kepada NYT.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan untuk operasional gedung opera tersebut dianggap bukan lagi agenda yang utama saat ini.

"Pendanaan Met jatuh di luar apa yang dianggap penting," tambahnya menceritakan isi pembicaraannya dengan pejabat Arab Saudi.

Sebelum perang pecah, Arab Saudi sebenarnya telah setuju untuk menjadi penyelamat finansial bagi lembaga seni tersebut.

Sebagai timbal balik, Met Opera dijadwalkan akan menggelar pertunjukan eksklusif selama tiga minggu setiap musim dingin di Saudi.

Namun rencana besar untuk mendiversifikasi ekonomi lewat jalur seni dan budaya kini harus tertunda sementara waktu.

Gelombang perang Iran tidak hanya memukul sektor seni, namun juga melumpuhkan industri pariwisata di kawasan Teluk.

Banyak destinasi ikonik di wilayah tersebut mulai sepi pengunjung karena kekhawatiran faktor keamanan di zona konflik.

Bahkan hotel mewah Burj Al Arab di Dubai terpaksa harus ditutup dalam waktu yang lama untuk proses renovasi.

Arab Saudi yang sedang berupaya membangun identitas baru sebagai pusat wisata dunia juga turut merasakan getarannya.

Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi dilaporkan mulai mengurangi dukungan finansial mereka di berbagai sektor olahraga.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa dukungan untuk liga golf profesional LIV Golf juga terancam akan dipangkas secara besar-besaran.

Menteri Keuangan Arab Saudi sebelumnya telah menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengevaluasi proyek yang tidak relevan.

Beberapa proyek arsitektur ambisius seperti bangunan raksasa Mukaab di Riyadh sudah mulai ditangguhkan pengerjaannya.

Rencana pembangunan resor ski di tengah gurun serta bendungan air raksasa untuk danau buatan juga ikut dibatalkan.

"Perang akan menambah lebih banyak tekanan untuk memposisikan ulang beberapa prioritas," tegas Yasir al-Rumayyan, Gubernur PIF.

Meskipun Arab Saudi memiliki infrastruktur pipa yang mampu menghindari Selat Hormuz, tantangan bisnis tetap terasa berat.

Ketidakstabilan wilayah membuat investor ragu untuk menanamkan modal di negara-negara yang berdekatan dengan area perang.

Proyek kota futuristik Neom yang sangat fenomenal itu pun kini bukan lagi menjadi prioritas utama pemerintah kerajaan.

Riyadh mencoba tetap realistis dengan mengelola arus kas negara demi menjaga stabilitas ekonomi domestik mereka sendiri.

Keputusan menarik dana dari Met Opera menjadi simbol nyata bahwa ambisi global Saudi sedang terganjal realitas perang.

Metropolitan Opera House di New York mengalami krisis keuangan hebat setelah pandemi dan membutuhkan suntikan dana segar senilai 200 juta dollar dari pihak asing.

Arab Saudi, melalui visi 2030, awalnya bermaksud menggunakan pendanaan ini untuk memperkuat posisi budayanya di kancah internasional.

Namun, keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam konfrontasi militer dengan Iran mengubah lanskap ekonomi secara total.

Blokade Selat Hormuz menyebabkan gangguan distribusi energi global yang memaksa Arab Saudi menata ulang seluruh pengeluaran anggaran luar negeri mereka demi pengamanan ekonomi dalam negeri.

Load More