-
Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur menewaskan tujuh orang dan luka-luka.
-
Berbagai media internasional menyoroti evakuasi dramatis penumpang yang terjebak di dalam reruntuhan gerbong.
-
Penumpang selamat menceritakan suasana mencekam saat benturan keras terjadi secara tiba-tiba di stasiun.
Suara.com - Tragedi tabrakan hebat antara Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur kini memicu keprihatinan global.
Insiden berdarah yang terjadi pada Senin malam tersebut menyita perhatian besar dari berbagai kantor berita mancanegara.
Kejadian ini tidak lagi dipandang sebagai kecelakaan lokal, melainkan potret serius mengenai keselamatan transportasi rel di Indonesia.
"Para korban selamat dari kecelakaan kereta api mematikan di Indonesia berhasil dievakuasi dari reruntuhan," tulis judul Al Jazeera, Selasa pagi.
"Dua kereta api bertabrakan di Bekasi, Indonesia pada Senin malam, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan lainnya yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan."
Publik internasional kini memantau ketat proses evakuasi dan penanganan korban yang dilakukan otoritas terkait di lapangan.
Skala kerusakan yang masif membuat proses penyelamatan menjadi tantangan berat bagi tim SAR di lokasi kejadian.
Kantor berita Al Jazeera menyoroti upaya heroik tim penyelamat dalam mengevakuasi penumpang yang terjebak di reruntuhan gerbong.
Washington Post turut merilis laporan mengenai insiden maut yang lokasinya berada di dekat jantung ibu kota.
Baca Juga: Update Daftar Nama 81 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL, 7 Meninggal Dunia
Sementara itu, Channel NewsAsia memberikan rincian data korban yang terus diperbarui menyusul kondisi di rumah sakit.
Fokus peliputan asing tertuju pada tingkat fatalitas dan efektivitas standar keamanan perjalanan kereta api jarak jauh.
Data resmi menunjukkan angka korban jiwa dan luka-luka yang cukup signifikan dalam satu peristiwa tunggal ini.
Juru bicara PT KAI, Anna Purba, memberikan konfirmasi mengenai jumlah individu yang terdampak dalam musibah mematikan ini.
Pihak otoritas menyatakan bahwa tujuh orang telah dinyatakan meninggal dunia akibat benturan keras antar rangkaian kereta.
Selain korban jiwa, tercatat ada 81 orang lainnya yang mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan medis intensif segera.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Mahasiswa UI ke Aparat: Kami Bukan KKB, Tolong Jangan Represif!
-
Strategi Barikade TNI-Polri Pecah Massa Mahasiswa, Bundaran HI dan DPR Sepi Orasi
-
Massa Demo Mahasiswa dan Ojol Bersatu Lawan Barikade TNI-Polri Menuju Bundaran HI
-
Terancam Terusir, 71 Jiwa Penghuni Rusun Kemensos Belum Kantongi Kepastian Tempat Tinggal Baru
-
Nasib Tragis Warga Penolak Penambangan Emas Ilegal di Sumbar, Dipukuli Sampai Luka Berat
-
Demo Mahasiswa Bukan Ancaman: Tarik Militer, Jangan Ada Tameng dan Pentungan
-
Misteri 2 Mayat Wanita di Banyumas: Nenek Ditemukan Dalam Sumur, Gadis 18 Tahun Bersimbah Darah
-
KPK Sita Rp59 Juta dan Ribuan Valas di Rumah Silmy Karim: Ada USD, Euro, hingga Yen!
-
Pakar Ingatkan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang Berkaitan dengan Pubertas Dini Pada Anak
-
BEM UI: Polisi Hadang Demo Mahasiswa di HI, Bahkan Sempat Larang Kami Salat Jumat!