-
Tabrakan kereta api di Bekasi mengakibatkan tujuh orang tewas dan 81 orang luka-luka.
-
Penyebab kecelakaan diduga karena taksi yang menyenggol kereta hingga berhenti di jalur rel.
-
Proses evakuasi melibatkan tim gabungan untuk mengeluarkan korban yang terjepit di gerbong wanita.
Beruntung baginya karena posisi tubuhnya berada di tumpukan atas sehingga petugas bisa mengevakuasinya dengan lebih cepat.
"Tidak ada waktu untuk keluar, dan semua orang berakhir menumpuk di dalam kereta, hancur di atas satu sama lain. Saya tidak tahu bagaimana keadaan orang di bawah saya," ucap Sausan dengan nada cemas.
Berdasarkan laporan awal, ada faktor eksternal yang memicu berhentinya kereta komuter di lokasi kejadian secara tiba-tiba.
Franoto Wibowo dari KAI menjelaskan bahwa sebuah taksi diduga menyenggol badan kereta saat melintasi perlintasan sebidang.
"Alhamdulillah saya berada di atas, sehingga bisa dievakuasi dengan cepat," pungkas Sausan penuh rasa syukur.
Gesekan dengan kendaraan tersebut diduga menyebabkan sistem kereta mengalami gangguan hingga berhenti di tengah lintasan aktif.
Lokasi kejadian dipenuhi oleh petugas medis dan mobil ambulans yang mengantre untuk membawa para korban luka-luka.
Petugas di lapangan terlihat sangat sibuk meminta bantuan pasokan tabung oksigen tambahan untuk menolong korban yang sesak napas.
Beberapa saksi mata di sekitar lokasi kejadian melihat banyak orang dibawa menggunakan tandu dalam kondisi yang memprihatinkan.
Baca Juga: Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meninjau lokasi mengisyaratkan adanya kemungkinan jumlah korban akan bertambah.
"Menilai dari proses evakuasi yang masih berlangsung, ada kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah," ungkap Sufmi Dasco Ahmad.
Upaya penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur mulai dari TNI, pemadam kebakaran, hingga tim dari Basarnas.
Pihak Kepolisian Metro Jakarta mengungkapkan bahwa titik benturan paling parah terjadi pada gerbong terakhir rangkaian komuter.
"Melihat proses evakuasi yang masih berlangsung, ada kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah," kata Franoto mengutip data koordinasi lapangan.
Gerbong yang dihantam tersebut merupakan area khusus wanita, yang menjelaskan mengapa mayoritas korban adalah perempuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Datangi RSUD Pagi Ini
-
Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang
-
Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer
-
Dirut KAI Pastikan Tak Ada Pegawai Jadi Korban dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
-
Penampakan Pagi di Bekasi Timur: Lokomotif KA Argo Bromo Mulai Dipisahkan dari KRL
-
Green SM Buka Suara soal Kecelakaan Maut Bekasi Timur, Tegaskan Dukung Investigasi
-
Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan
-
Taksi Diduga Picu Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Menhub Serahkan Investigasi ke KNKT
-
Media Asing soal Kecelakaan KA vs KRL di Bekasi: Kecelakaan Kereta Api Mematikan di Indonesia
-
Revisi UU Pemilu Didorong Transparan dan Segera Dibahas, DPR Soroti Jangan Ada 'Ruang Gelap'