-
KAI menanggung biaya perawatan dan pemakaman seluruh korban tragedi maut di Stasiun Bekasi Timur.
-
Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.
-
Sejarah mencatat kecelakaan kereta paling mematikan di dunia terjadi akibat tsunami di Sri Lanka.
Suara.com - Hingga Selasa (28/4/2026) sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dunia dalam kecelataan mematikan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu ada 84 orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tragis tersebut.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi telah menyampaikan rasa duka mendalam bagi seluruh pihak terdampak.
Proses evakuasi saat ini sedang diupayakan secara maksimal dengan melibatkan berbagai tim penyelamat di lapangan.
Prioritas utama petugas adalah melakukan tindakan medis cepat bagi penumpang yang masih dalam kondisi kritis.
Langkah penyelamatan dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat beberapa korban terjepit di lokasi yang sulit.
Koordinasi intensif terus berjalan antara tim medis, Basarnas, serta jajaran internal KAI guna mempercepat proses penanganan.
KAI memastikan bahwa hak-hak seluruh korban, baik yang meninggal maupun luka, akan terpenuhi secara menyeluruh.
Setiap individu yang menjadi korban dipastikan mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit rujukan terdekat.
Rekam Jejak Tragedi Kereta Global
Baca Juga: KAI Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan hingga Pemakaman Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Insiden di Bekasi Timur menambah daftar panjang catatan kelam sejarah perkeretaapian yang pernah terjadi di dunia.
1. Sri Lanka
Dikutip dari berbagai sumber, tsunami Samudera Hindia pada 2004 silam tercatat sebagai pemicu kecelakaan kereta paling mematikan di Sri Lanka.
Sebanyak 1.700 nyawa melayang setelah kereta "Ratu Laut" dihantam gelombang saat pintu gerbong terkunci rapat.
2. India
India juga memiliki catatan kelam pada 1981 ketika kereta di Bihar terjatuh ke Sungai Bagmati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian