News / Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 15:37 WIB
Rocky Gerung [Suara.com/Novian]

Suara.com - Aktivis Rocky Gerung terlihat berbincang santai, berjabat tangan, dan bahkan tertawa bersama Presiden Prabowo Subianto usai pelantikan menteri serta pejabat di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Dalam keterangannya, Rocky menyebut bahwa dalam percakapan tersebut, Prabowo sempat menyebut dirinya sebagai “disiden”, yakni istilah bagi individu yang kerap bersikap kritis atau tidak sejalan dengan pemerintah karena menilai kebijakan yang ada tidak tepat.

“Intinya ada saja yang dibicarakan. Tadi saya sempat bersalaman dengan Pak Prabowo. Kami juga sudah lama saling mengenal dan sering berdiskusi sejak dulu.

Dalam kesempatan itu beliau menyapa, ‘wah Pak Rocky, terima kasih sudah hadir,’ lalu menambahkan sambil tersenyum, ‘ternyata Pak Rocky masih disiden,’ begitu,” kata Rocky di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Rocky menjelaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dengan nada santai dan penuh candaan, bukan dalam konteks serius. Ia melihat momen itu sebagai percakapan ringan antara dua orang yang memang sudah lama saling mengenal.

Meski dibalut humor, Rocky Gerung juga tidak menampik bahwa dirinya kerap berada di posisi kritis terhadap pemerintah, sehingga sebutan “disiden” itu, menurutnya, memang cukup menggambarkan sikap yang selama ini ia tunjukkan.

“Kalau dilihat, ekspresinya memang bercanda. Tapi memang saya disiden,” ucap Rocky Gerung.

Disiden artinya apa?

Istilah disiden berasal dari kata “dissident” dalam bahasa Inggris yang merujuk pada seseorang yang menolak atau tidak sepakat dengan kebijakan, sistem, atau otoritas yang sedang berkuasa. Dalam konteks politik, disiden sering digunakan untuk menggambarkan individu atau kelompok yang secara terbuka menyuarakan kritik terhadap pemerintah.

Seorang disiden tidak selalu berarti menentang secara ekstrem, tetapi lebih pada sikap kritis terhadap keputusan atau arah kebijakan yang dianggap tidak sesuai. Dalam masyarakat demokratis, keberadaan disiden justru sering dipandang sebagai bagian penting dari kebebasan berpendapat.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?

Di Indonesia sendiri, istilah ini kerap digunakan untuk menggambarkan tokoh publik, akademisi, atau aktivis yang vokal mengkritisi pemerintah. Sikap ini bisa muncul melalui tulisan, diskusi publik, media sosial, hingga pernyataan di ruang terbuka.

Contoh sifat disiden

Salah satu ciri utama dari sikap disiden adalah keberanian untuk menyampaikan pendapat yang berbeda, meskipun berpotensi menuai kontroversi. Individu dengan karakter ini biasanya tidak ragu mengkritik kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat atau tidak tepat sasaran.

Selain itu, sifat disiden juga terlihat dari kecenderungan untuk mempertanyakan hal-hal yang dianggap “sudah biasa”. Mereka tidak mudah menerima informasi secara mentah, tetapi cenderung melakukan analisis dan membangun argumen sebelum menyampaikan pendapat.

Di sisi lain, seorang disiden juga biasanya memiliki kepedulian terhadap isu publik. Kritik yang disampaikan bukan sekadar berbeda pendapat, tetapi didasari oleh keinginan untuk melihat perubahan atau perbaikan. Meski demikian, cara penyampaiannya bisa berbeda-beda, ada yang santai, ada pula yang tegas.

Sikap seperti ini sering kali memicu diskusi yang lebih luas di masyarakat. Dalam konteks tertentu, keberadaan disiden bisa membantu membuka perspektif baru dan mendorong adanya evaluasi terhadap kebijakan yang sedang berjalan.

Bagi Anda yang belum tahu, Rocky Gerung turut hadir di Istana Negara untuk medampingi kawannya, Jumhur Hidayat yang dilantik mejadi Menteri Lingkungan Hidup.

Load More