News / Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 07:25 WIB
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto melantik Dudung Abdurachman sebagai KSP dan M. Qodari sebagai Kepala Bakom RI pada Senin, 27 April 2026.
  • Andreas Hugo Pareira menilai penempatan figur strategis tersebut merupakan hak prerogatif Presiden guna memperkuat efektivitas kinerja lembaga kepresidenan.
  • Dudung Abdurachman berkomitmen segera mengeksekusi program prioritas pemerintah serta menyelaraskan visi Presiden setelah resmi dilantik di Istana Negara, Jakarta.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, memberikan tanggapan positif terkait langkah Presiden RI Prabowo Subianto melakukan perombakan atau penataan posisi di lingkungan lembaga kepresidenan.

Hal ini menyusul pelantikan M. Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI dan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Andreas menila, penempatan kedua tokoh tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan institusi yang sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden dalam menempatkan figur yang tepat pada posisi yang strategis.

"Reshuffle di KSP, lebih tepatnya adalah pergeseran tugas Qodari dari KSP ke Bakom. Ini tentunya hak prerogatif untuk menempatkan orang sesuai dengan kapabilitas orang dan tujuan penugasan di Lembaga yang dipimpin," ujar Andreas kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

Andreas memandang pergeseran M. Qodari dari posisi sebelumnya di KSP menuju Kepala Bakom RI sebagai langkah untuk menyesuaikan penugasan dengan kebutuhan lembaga yang dipimpin.

Bakom RI sendiri merupakan badan baru yang diharapkan mampu mengelola komunikasi strategis pemerintah secara lebih efektif.

Terkait posisi KSP yang kini dijabat oleh mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Dudung Abdurachman, Andreas berharap agar KSP di bawah kepemimpinan baru dapat segera bergerak cepat dalam mengawal dan mengeksekusi janji-janji politik kepala negara.

"Semoga pak Dudung akan menjalankan tugas sesuai dengan kebutuhan penugasan KSP dalam menjalankan visi dan misi presiden," katanya.

Sebelumnya, Dudung Abdurrachman resmi menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP), setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (27/4/2026) sore.

Kendati sudah menjabat KSP, Dudung mengaku masih mengemban jabatan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.

"Masih merangkap," kata Dudung dalam keterangannya kepada awak media usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Meski demikian, Dudung menilai akan segera ada perubahan perihal jabatan sebelumnya.

Sementara itu, terkait jabatan baru sebagai KSP, Dudung menyatakan komitmennya untuk menuntaskan program-program prioritas Presiden yang belum berjalan optimal.

Load More