- Presiden Prabowo Subianto melantik Dudung Abdurachman sebagai KSP dan M. Qodari sebagai Kepala Bakom RI pada Senin, 27 April 2026.
- Andreas Hugo Pareira menilai penempatan figur strategis tersebut merupakan hak prerogatif Presiden guna memperkuat efektivitas kinerja lembaga kepresidenan.
- Dudung Abdurachman berkomitmen segera mengeksekusi program prioritas pemerintah serta menyelaraskan visi Presiden setelah resmi dilantik di Istana Negara, Jakarta.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, memberikan tanggapan positif terkait langkah Presiden RI Prabowo Subianto melakukan perombakan atau penataan posisi di lingkungan lembaga kepresidenan.
Hal ini menyusul pelantikan M. Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI dan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Andreas menila, penempatan kedua tokoh tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan institusi yang sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden dalam menempatkan figur yang tepat pada posisi yang strategis.
"Reshuffle di KSP, lebih tepatnya adalah pergeseran tugas Qodari dari KSP ke Bakom. Ini tentunya hak prerogatif untuk menempatkan orang sesuai dengan kapabilitas orang dan tujuan penugasan di Lembaga yang dipimpin," ujar Andreas kepada wartawan, Senin (27/4/2026).
Andreas memandang pergeseran M. Qodari dari posisi sebelumnya di KSP menuju Kepala Bakom RI sebagai langkah untuk menyesuaikan penugasan dengan kebutuhan lembaga yang dipimpin.
Bakom RI sendiri merupakan badan baru yang diharapkan mampu mengelola komunikasi strategis pemerintah secara lebih efektif.
Terkait posisi KSP yang kini dijabat oleh mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Dudung Abdurachman, Andreas berharap agar KSP di bawah kepemimpinan baru dapat segera bergerak cepat dalam mengawal dan mengeksekusi janji-janji politik kepala negara.
"Semoga pak Dudung akan menjalankan tugas sesuai dengan kebutuhan penugasan KSP dalam menjalankan visi dan misi presiden," katanya.
Sebelumnya, Dudung Abdurrachman resmi menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP), setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (27/4/2026) sore.
Kendati sudah menjabat KSP, Dudung mengaku masih mengemban jabatan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
"Masih merangkap," kata Dudung dalam keterangannya kepada awak media usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Meski demikian, Dudung menilai akan segera ada perubahan perihal jabatan sebelumnya.
Sementara itu, terkait jabatan baru sebagai KSP, Dudung menyatakan komitmennya untuk menuntaskan program-program prioritas Presiden yang belum berjalan optimal.
Tag
Berita Terkait
-
Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin
-
Ingatkan Soal PKI hingga RMS, Dudung Tegaskan Pemerintah Prabowo Tak Anti Kritik
-
Strategi Barikade TNI-Polri Pecah Massa Mahasiswa, Bundaran HI dan DPR Sepi Orasi
-
Natalius Pigai Minta Anggaran Bangun Kantor, DPR Nada Tinggi: Ini Beban, Negara Sedang Krisis!
-
Gedung DPR RI 'Dibentengi' Beton Meski Titik Utama Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah