- PT KAI Commuter menargetkan evakuasi unit KRL pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur rampung pada Selasa, 28 April 2026.
- Pihak operator akan melakukan audit keselamatan infrastruktur jalur secara menyeluruh sebelum operasional kereta kembali berjalan normal.
- Sebanyak 84 penumpang korban luka mendapatkan penanganan medis serta jaminan perlindungan asuransi dari Jasa Raharja dan perusahaan.
Suara.com - PT KAI Commuter (KCI) menargetkan proses evakuasi unit KRL yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur dapat diselesaikan pada, Selasa (28/4/2026) hari ini.
Setelah proses pemindahan rangkaian kereta tuntas, pihak operator akan langsung melakukan audit keselamatan pada infrastruktur jalur sebelum kembali dioperasikan secara normal.
Sekretaris Perusahaan KAI Commuter, Karina, menjelaskan, bahwa pengecekan aspek keselamatan (safety) merupakan langkah krusial yang harus dilakukan pasca-evakuasi untuk menjamin keamanan perjalanan kereta api ke depannya.
"Evakuasi kita targetkan selesai hari ini. Jadi segera setelah proses evakuasi terhadap unit KRL ini selesai dilaksanakan, maka dari KAI maupun KAI Commuter akan melakukan pengecekan aspek safety-nya baik dari khususnya di sisi prasarana atau infrastruktur untuk menunjang keamanan perjalanan kereta api,” ungkap Karina di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).
Selain fokus pada normalisasi jalur, Karina juga memberikan pembaruan mengenai kondisi para penumpang yang menjadi korban luka-luka dalam insiden tersebut.
Tercatat sebanyak 84 orang sempat dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun sebagian besar kini sudah mulai diperbolehkan pulang.
“Total yang kita evakuasi ke rumah sakit 84 penumpang, 84 orang dan sebagian juga sudah bisa kembali pulang, sudah keluar dari rumah sakit,” jelasnya.
Mengenai kompensasi dan perlindungan bagi para korban, Karina menegaskan bahwa seluruh penumpang akan mendapatkan dukungan asuransi.
Selain santunan wajib dari Jasa Raharja, pihak KAI dan KAI Commuter juga menyediakan asuransi tambahan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.
Baca Juga: Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri
"Jadi ada asuransi yang memang wajib disupport oleh Jasa Raharja dan ada asuransi tambahan juga yang diberikan dari KAI dan KAI Commuter," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok