- Karyawan Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna, meninggal dunia akibat kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam.
- Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi sepuluh korban tewas kecelakaan kereta api tersebut pada Selasa siang di Jakarta.
- Pihak Kompas TV bertanggung jawab penuh mengurus jenazah almarhumah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi kerja selama sebelas tahun.
Jenazah telah dibawa ke rumah duka di Tambun dan rencananya akan dimakamkan pada Rabu (29/4) besok.
"Sekali lagi atas nama keluarga besar Kompas Gramedia, Kompas TV, dan redaksi Kompas TV kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, kehilangan yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah dilapangkan kuburnya, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Dan satu apresiasi terima kasih kepada keluarga besar Nur Aini atas dedikasi, atas sumbangsih 11 tahun untuk Kompas TV," pungkasnya.
Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri resmi menyelesaikan proses identifikasi terhadap seluruh jenazah korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono, mengonfirmasi bahwa sebanyak 10 jenazah yang diterima kini telah berhasil diketahui identitasnya.
Hal itu disampaikan Prima dalam konferensi pers yang digelar di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).
Prima mengawali pernyataannya dengan menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban.
"Dalam kesempatan ini, perkenankan kami dari Tim DVI Polri menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban kecelakaan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, yang jenazahnya telah kami terima di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri sebanyak 10 kantong jenazah," ujar Prima, Selasa (28/4/2026).
Proses identifikasi ini melibatkan kolaborasi berbagai unsur ahli, mulai dari kedokteran kepolisian hingga tim forensik akademisi.
Prima menjelaskan, bahwa pemeriksaan telah rampung dilakukan pada siang hari ini.
Baca Juga: Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
"Sampai dengan sore hari ini, hari Selasa tanggal 28 April 2026 pukul 13.00, Tim DVI Polri yang terdiri dari Biro Dokpol Pusdokkes Polri, Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Biddokkes Polda Metro Jaya, Tim Pusident Bareskrim Polri, dan Dokter Forensik FK UI telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim dari TKP," jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa data jumlah korban yang diterima oleh tim DVI telah sesuai dengan laporan yang masuk dari pihak keluarga.
Kepastian identitas para korban diputuskan melalui sidang rekonsiliasi yang dilakukan tak lama setelah pemeriksaan fisik selesai.
"Jumlah korban yang dilaporkan oleh pihak keluarga sampai saat ini sebanyak 10 orang. Pada pukul 14.00 WIB telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban dan memutuskan 10 jenazah telah berhasil diidentifikasi," tegasnya.
Berikut identitas 10 jenazah yang teridentifikasi:
- Tutik Anitasari (Perempuan/31)
- Harum Anjasari (Perempuan/27)
- Nur Alimantun Citra Lestari (Perempuan/19)
- Farida Utami (Perempuan/52)
- Vica Acnia Fratiwi (Perempuan/23)
- Ida Nuraida (Perempuan/48)
- Gita Septia Wardany (Perempuan/20)
- Fatmawati Rahmayani (Perempuan/29)
- Arinjani Novita Sari (Perempuan/25)
- Nur Ainia Eka Rahmadhyna (Perempuan/32)
Berita Terkait
-
Jenguk Korban Tragedi Maut Kereta Bekasi, Prabowo Pastikan Jaminan Kompensasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
-
Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur
-
Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Teori Ilmiah Alumni ITB, Kaitan Mobil Mogok di Rel dan Kecelakaan KRL Bekasi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!